Stok minyak mentah AS naik tajam jauh di atas ekspektasi:
-
Perubahan stok minyak mentah: +6,93 juta barel (Ekspektasi: +0,5 juta; Sebelumnya: +6,16 juta)
-
Perubahan stok bensin: -2,59 juta barel (Ekspektasi: -2,1 juta; Sebelumnya: -5,44 juta)
-
Perubahan stok distilat: +3,03 juta barel (Ekspektasi: -1,4 juta; Sebelumnya: -2,53 juta)
Stok minyak mentah AS kembali mencatat kenaikan tajam, meskipun sebagian diimbangi oleh penurunan signifikan pada stok bensin. Laporan sebelumnya dari American Petroleum Institute (API) memperkirakan kenaikan yang lebih moderat sebesar 2,3 juta barel. Menariknya, tingkat utilisasi kilang meningkat sebesar 1,5 poin persentase. Penurunan stok bensin menunjukkan bahwa permintaan tetap kuat, sementara kenaikan stok distilat mengindikasikan berakhirnya musim pemanasan. Meskipun data ini cukup signifikan, dampaknya terhadap harga minyak relatif terbatas. Pergerakan harga saat ini masih didominasi oleh perkembangan geopolitik, khususnya terkait Iran.
Penolakan Iran terhadap proposal perdamaian menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Di sisi lain, tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa Washington berupaya menghindari konflik berkepanjangan, yang telah mendorong kenaikan harga komoditas serta menciptakan biaya ekonomi yang besar.
Saham sektor energi melemah
Pada pembukaan sesi hari ini, kelompok saham energi menunjukkan kondisi yang lesu. Namun, penurunannya tidak terlalu besar, sehingga mengirimkan sinyal bahwa pasar masih dalam kondisi berhati-hati karena risiko di Timur Tengah dapat meledak sewaktu-waktu.

Sumber: xStation5
Wall Street bergairah berkat dorongan sektor teknologi dan semikonduktor
Indeks Eropa menguat meski ketegangan Iran-AS📈
OpenAI tutup “Sora” - Apa artinya bagi pasar?
Saham sektor energi menanjak meskipun harga minyak melemah ⚔️