-
Oil drops on diplomacy: Iran's weekend threats to block Hormuz were quickly defused by talks with the US. Brent crude fell below $80 per barrel.
-
Massive "dark" shipping: While official traffic decreased, unofficially up to 2-3 million barrels a day are flowing through the strait with transponders turned off.
-
Higher fuel prices in Poland from July 1: The end of the CPN shield and a VAT jump (from 8% to 23%) will push gas station prices up right at the start of the summer holidays. Cheaper crude is the only cushion.
-
Oil drops on diplomacy: Iran's weekend threats to block Hormuz were quickly defused by talks with the US. Brent crude fell below $80 per barrel.
-
Massive "dark" shipping: While official traffic decreased, unofficially up to 2-3 million barrels a day are flowing through the strait with transponders turned off.
-
Higher fuel prices in Poland from July 1: The end of the CPN shield and a VAT jump (from 8% to 23%) will push gas station prices up right at the start of the summer holidays. Cheaper crude is the only cushion.
Akhir Pekan yang Penuh Ketegangan Berubah Menjadi Upaya Diplomasi Baru
Akhir pekan lalu sempat memicu kekhawatiran besar di pasar energi global setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Situasi ini mengancam salah satu jalur transportasi energi terpenting di dunia, yaitu Selat Hormuz, yang sebelum konflik menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia dan juga 20% perdagangan LNG global.
Sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon pada Sabtu yang menewaskan lebih dari 30 orang, Teheran mengumumkan pemblokiran kembali Selat Hormuz. Iran menuduh Amerika Serikat membiarkan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya. Pernyataan keras Donald Trump di media sosial sempat memunculkan kekhawatiran bahwa proses diplomasi akan runtuh sepenuhnya. Namun menjelang pembukaan sesi Eropa hari ini, situasi menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Sumber: Truth Social
Mediasi Qatar dan Pakistan Redakan Ketegangan
Intervensi cepat dari Qatar dan Pakistan berhasil mendorong de-eskalasi baru. Perundingan yang berlangsung di Bürgenstock, Swiss, kembali dilanjutkan dan berakhir pada Senin pagi dengan kesepakatan mengenai sebuah roadmap resmi menuju perjanjian damai penuh dalam waktu 60 hari. Meski demikian, Iran mengindikasikan bahwa fokus utama pembahasan tahap awal masih berkisar pada:
- Aset Iran yang dibekukan.
- Pencabutan sanksi ekonomi.
Isu Lebanon belum menjadi fokus utama negosiasi. Sebagai bagian dari kesepakatan sementara, AS dan Iran juga menyepakati: Jalur komunikasi langsung untuk mencegah insiden militer. Mekanisme pengamanan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz. Pembentukan kelompok kerja khusus untuk mendorong perdamaian jangka panjang di Lebanon.
Harga Minyak Berbalik Turun
Pembukaan perdagangan hari ini berlangsung cukup tegang setelah sesi Jumat yang lebih pendek. Harga Brent sempat mendekati US$82 per barel pada awal sesi. Namun sentimen membaik setelah muncul perkembangan positif dari Swiss. Akibatnya, harga minyak kembali terkoreksi.
Saat ini:
- Brent turun sekitar 1,5%.
- WTI turun sekitar 1,5%.
Meski demikian, harga masih berada di atas level terendah yang tercapai pekan lalu setelah penandatanganan memorandum awal antara AS dan Iran.
Dua Koridor Pelayaran Mulai Terbentuk
Meskipun Iran mengumumkan pemblokiran kembali Selat Hormuz, aliran minyak sebenarnya tidak sepenuhnya terhenti. Jutaan barel minyak tetap melewati jalur tersebut selama akhir pekan. Kondisi ini memperkuat narasi Pentagon bahwa jalur perdagangan internasional masih dapat diamankan.
Saat ini muncul dua koridor pelayaran utama:
Koridor Utara (Iran). Koridor ini berada di dekat Pulau Qeshm dan dikendalikan Iran. Sejumlah supertanker yang mengangkut minyak Irak dan Kuwait menuju India menggunakan jalur ini selama akhir pekan.
Koridor Selatan (Oman). Koridor ini ditetapkan oleh Joint Maritime Information Center (JMIC). Rute tersebut mengikuti garis pantai Oman. JMIC meminta kapal-kapal untuk:
- Mengaktifkan sistem AIS.
- Menyalakan seluruh lampu navigasi siang dan malam.
Meskipun tidak memerlukan koordinasi langsung dengan militer AS, jalur ini tetap diawasi secara ketat.

Sumber: Bloomberg Finance LP
Volume Lalu Lintas Masih Jauh dari Normal
Walaupun tidak terjadi blokade fisik secara total, volume lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis. Pada Minggu malam, aktivitas pelayaran bahkan mendekati kondisi lumpuh. Sebelumnya, setelah memorandum awal ditandatangani, lalu lintas kapal sempat mencapai level tertinggi sejak konflik dimulai. Namun setelah pengumuman terbaru dari Iran, hanya sedikit kapal yang berani melakukan pelayaran terbuka dengan sistem pelacakan aktif. Sebagian produsen minyak kawasan memilih metode yang lebih tidak transparan.
Beberapa tanker beroperasi dengan:
- Transponder dimatikan.
- Transfer muatan dilakukan di laut lepas.
Praktik ini diperkirakan sudah berlangsung selama beberapa minggu. Volume yang dipindahkan melalui metode tersebut diperkirakan mencapai:
2 hingga 3 juta barel per hari. Secara resmi, jumlah kapal yang melewati Hormuz terlihat rendah. Namun secara tidak resmi, aktivitas sebenarnya diperkirakan dua hingga tiga kali lebih besar.
Bagaimana dengan Pasar LNG?
Data pelacakan kapal juga memberikan gambaran mengenai kondisi pasar LNG. Beberapa kapal LNG terpantau mencoba memasuki Teluk Persia. Namun data menunjukkan sebagian besar kapal berhasil melewati titik-titik penting jalur pelayaran pada Jumat, sebelum Iran mengumumkan pemulihan blokade. Perbedaan utama dibanding pasar minyak adalah tingkat risiko. Serangan terhadap kapal pengangkut LNG dianggap jauh lebih berbahaya dibanding serangan terhadap tanker minyak karena karakteristik muatan gas cair yang jauh lebih sensitif. Karena itu, pasar LNG terus memantau perkembangan keamanan di kawasan dengan sangat hati-hati.
Market Wrap: Fed Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Rebound
The Fed Hawkish: Proyeksi Inflasi Naik Tajam
FOMC Tahan Suku Bunga, Dot Plot Hawkish
Daily Summary: Pasar Menanti The Fed, Fokus ke Kevin Warsh
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.