Saat perdagangan Rabu berlanjut, perhatian pasar tertuju pada dua hal utama: Pertama, data harga produsen (PPI) AS yang lebih lemah, menambah bukti bahwa inflasi berbasis tarif belum berdampak signifikan terhadap ekonomi AS. Harga produsen AS stagnan bulan lalu, dan harga permintaan akhir lebih rendah dari ekspektasi, memperpanjang tren penurunan sejak awal tahun.
Dengan demikian, inflasi saat ini tampaknya belum menjadi penghalang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga, meskipun data CPI utama dan inti sempat naik bulan lalu. Fokus pasar kemungkinan tetap tertuju pada kondisi pasar tenaga kerja.
Sektor Teknologi Tekan Pasar AS Setelah ASML Anjlok
Saham AS memulai sesi dengan pergerakan datar, meski tekanan inflasi mereda dan imbal hasil obligasi AS lebih rendah. Fokus tertuju pada sektor teknologi, yang berubah dari "hero to zero" dalam 24 jam terakhir. Berita tentang Nvidia diizinkan mengekspor chip H20 ke China sempat mendorong harga sahamnya ke rekor tertinggi pada Selasa, tetapi pada Rabu sahamnya turun, dipicu oleh laporan keuangan ASML yang lebih lemah dari ekspektasi.
ASML, produsen alat manufaktur semikonduktor asal Belanda, tidak memberikan panduan penjualan untuk tahun depan, dan justru memangkas proyeksi Q3 ke EUR 7.4–7.9 miliar, di bawah ekspektasi analis.
Sahamnya anjlok 10%, menjadi saham terlemah di Eurostoxx 50, yang turut turun.
Kinerja ASML sangat terkait erat dengan sektor teknologi AS, dan sektor peralatan semikonduktor menjadi yang terlemah di S&P 500 hari ini.
Laporan Keuangan Bank AS: Investor Khawatir Hasil Trading Tak Akan Terulang
Fokus lain ada di laporan keuangan perbankan:
- Goldman Sachs, Bank of America, dan Morgan Stanley menjadi sorotan.
- Goldman melaporkan kuartal terbaik untuk pendapatan trading, berkat volatilitas pasar di April. Namun, sahamnya tetap turun 0.8% karena kekhawatiran volatilitas tidak akan berlanjut di Q3.
- Morgan Stanley turun lebih dari 2%, meski hasilnya di atas ekspektasi.
- Bank of America turun 1.4%, walaupun kinerja trading dan lending lebih baik dari proyeksi.
- JP Morgan juga melanjutkan pelemahan, meskipun sebelumnya mencetak hasil kuartal yang kuat.
Pasar tampaknya menilai sendiri potensi pendapatan trading kuartal ini dan dampak tarif terhadap pendapatan investment banking serta daya beli konsumen, sehingga sikap hati-hati terhadap saham bank AS tetap terasa minggu ini.
Pasar Obligasi UK Pulih Usai Wobble CPI
Secara keseluruhan, FTSE 100 terus mengungguli indeks Eropa lainnya, berkat minimnya eksposur di sektor teknologi yang saat ini tertekan akibat hasil ASML. Selain itu, yield obligasi Inggris kembali turun setelah lonjakan akibat laporan CPI Inggris yang lebih kuat dari ekspektasi kemarin. Hal ini juga berdampak pada GBP, yang meski masih menjadi mata uang G10 terkuat ketiga hari ini, tapi GBP/USD turun kembali di bawah $1.34 seiring meredanya kekhawatiran inflasi.
Morning Wrap (02.03.2026)
Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)
Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?
Jane Street: Market Maker Legendaris di Meja Hijau