- Pendapatan SpaceX naik 92% menjadi US$7,8 miliar, sekitar 15% di atas konsensus.
- Adjusted EBITDA melonjak 191%, sementara rugi bersih menyusut menjadi US$541 juta.
- Segmen AI tumbuh 247% dan Starlink tetap menjadi sumber pendapatan terbesar.
- CapEx mencapai US$18,4 miliar karena investasi agresif pada AI dan teknologi antariksa.
- Valuasi US$1,6 triliun masih menyisakan ruang yang sangat kecil untuk kesalahan eksekusi.
- Pendapatan SpaceX naik 92% menjadi US$7,8 miliar, sekitar 15% di atas konsensus.
- Adjusted EBITDA melonjak 191%, sementara rugi bersih menyusut menjadi US$541 juta.
- Segmen AI tumbuh 247% dan Starlink tetap menjadi sumber pendapatan terbesar.
- CapEx mencapai US$18,4 miliar karena investasi agresif pada AI dan teknologi antariksa.
- Valuasi US$1,6 triliun masih menyisakan ruang yang sangat kecil untuk kesalahan eksekusi.
SpaceX Tumbuh Pesat, tetapi Pasar Menuntut Hampir Tanpa Kesalahan
SpaceX melaporkan hasil kuartal II 2026 yang kuat dan melampaui ekspektasi Wall Street dari sisi pendapatan maupun profitabilitas operasional.
Segmen AI tetap menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan, dengan pendapatan yang hampir meningkat tiga kali lipat secara tahunan. Sementara itu, Starlink terus memperluas basis pelanggannya dengan cepat.
SpaceX juga semakin berhasil mendiversifikasi sumber pendapatan, memperkecil kerugian pada bisnis AI, dan memperkuat posisinya di pasar antariksa, kecerdasan buatan, serta konektivitas.
Di sisi lain, valuasi perusahaan tetap sangat menuntut.
Bagi bisnis dengan valuasi US$1,6 triliun, pendapatan tahunan sekitar US$40 miliar, dan EPS yang masih negatif, ruang untuk melakukan kesalahan eksekusi sangat kecil.
Investor kemungkinan harus melihat metrik hyper growth bertahan selama bertahun-tahun agar valuasi saat ini dapat dibenarkan.
Backlog perusahaan sebesar US$47,5 miliar juga terlihat relatif terbatas mengingat besarnya eksposur SpaceX terhadap kontrak pemerintah.
Sebagai perbandingan, backlog Lockheed Martin melampaui US$230 miliar, sedangkan valuasi SpaceX beberapa kali lebih besar daripada gabungan kapitalisasi pasar kontraktor pertahanan terbesar Amerika Serikat.
Sorotan Utama Laporan Earnings SpaceX
Pendapatan meningkat menjadi US$7,8 miliar, sekitar 15% di atas konsensus US$6,82 miliar.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan 92% secara tahunan dan 44% secara kuartalan.
Adjusted EPS tercatat negatif US$0,09, lebih baik daripada ekspektasi negatif US$0,29.
Adjusted EBITDA melonjak 191% secara tahunan menjadi US$3,5 miliar, jauh melampaui konsensus US$2,0 miliar.
Rugi bersih menyusut menjadi US$541 juta, jauh lebih baik daripada ekspektasi analis dan menunjukkan perbaikan profitabilitas yang berkelanjutan.
Rugi operasional segmen AI turun menjadi US$1,26 miliar, dibandingkan perkiraan negatif US$2,39 miliar.
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi operasional.
AI tetap menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat, dengan pendapatan naik 247% secara tahunan menjadi US$2,56 miliar.
Segmen Connectivity, termasuk Starlink, menghasilkan pendapatan US$4,29 miliar, naik 66% secara tahunan, dan tetap menjadi sumber penjualan terbesar SpaceX.
Segmen Space membukukan pendapatan US$962 juta, meningkat 29% secara tahunan.
Jumlah pelanggan Starlink berlipat ganda menjadi 12 juta, sedikit di bawah ekspektasi 12,19 juta.
Namun, average revenue per user atau ARPU turun 22% secara tahunan menjadi US$66 per bulan, kemungkinan akibat ekspansi berkelanjutan ke pasar dengan harga lebih rendah.
Backlog meningkat menjadi US$47,5 miliar dan memberikan visibilitas yang kuat terhadap pendapatan masa depan.
SpaceX menutup kuartal dengan kas dan investasi senilai US$100 miliar, sehingga tetap mempertahankan neraca yang solid.
Belanja modal atau CapEx mencapai US$18,4 miliar, mencerminkan investasi agresif yang terus dilakukan pada infrastruktur AI dan teknologi antariksa.
Perkembangan korporasi utama mencakup penerbitan senior notes perdana senilai US$25 miliar, pengumuman akuisisi Cursor senilai US$60 miliar, kesepakatan layanan cloud terkontrak senilai US$14,1 miliar, serta kontrak multi-tahun Starshield dengan pemerintah AS senilai lebih dari US$6 miliar.
Hingga akhir Juni 2026, SpaceX juga memiliki 18.712 Bitcoin dengan nilai sekitar US$1,2 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.
Pendapatan Hampir Berlipat Ganda meski Investasi Mencapai Rekor
Kuartal II 2026 menjadi periode ekspansi luar biasa lainnya bagi SpaceX.
Pendapatan hampir meningkat dua kali lipat secara tahunan dan dengan nyaman melampaui ekspektasi analis.
Pada saat yang sama, perusahaan secara signifikan memperkecil rugi bersih dan rugi operasional.
Rugi bersih turun menjadi US$541 juta dari lebih dari US$1 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, rugi operasional menyusut tajam dari US$970 juta menjadi hanya US$143 juta.
Salah satu metrik paling mengesankan adalah adjusted EBITDA, yang melonjak 191% secara tahunan menjadi US$3,53 miliar.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa bisnis inti SpaceX berkembang jauh lebih cepat daripada yang terlihat hanya dari laba bersih.
Pada saat yang sama, SpaceX terus menjalankan salah satu program investasi terbesar di sektor teknologi.
CapEx meningkat menjadi US$18,3 miliar, dari US$10,1 miliar pada kuartal sebelumnya dan hanya US$2,8 miliar setahun lalu.
Sebagian besar belanja tersebut diarahkan ke infrastruktur AI, yang dengan cepat menjadi salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang terpenting perusahaan.
Meskipun mencatat investasi tertinggi, SpaceX menutup kuartal dengan kas dan investasi sekitar US$100 miliar serta total aset US$192,7 miliar.
Kondisi tersebut mempertahankan posisi likuiditas yang cukup nyaman.
Namun, total utang dan kewajiban sewa pembiayaan meningkat menjadi sekitar US$39,3 miliar.
Artinya, mempertahankan laju investasi saat ini akan membutuhkan pertumbuhan pendapatan dan kemampuan menghasilkan kas yang terus berlangsung dengan cepat.
AI dan Starlink Terus Mendorong Pertumbuhan
AI tetap menjadi bisnis SpaceX dengan pertumbuhan tercepat.
Pendapatan segmen tersebut naik 247% secara tahunan menjadi US$2,56 miliar.
Hal yang sama pentingnya adalah perbaikan profitabilitas yang signifikan.
Rugi operasional segmen AI hampir berkurang setengah dibandingkan kuartal sebelumnya.
Adjusted EBITDA juga berubah menjadi positif untuk pertama kalinya dan mencapai US$1,14 miliar.
Sementara itu, kapasitas komputasi AI meningkat menjadi 1,4 GW.
Perusahaan juga menandatangani kesepakatan layanan cloud senilai US$14,1 miliar.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI SpaceX tetap sangat kuat.
Starlink terus menjadi mesin pertumbuhan utama kedua.
Jumlah pelanggan berlipat ganda menjadi 12 juta.
Konstelasi satelit berkembang menjadi sekitar 10.200 unit dan mencakup 167 negara.
Segmen Connectivity menghasilkan pendapatan US$4,29 miliar dan tumbuh 66% secara tahunan.
Layanan perusahaan dan pemerintah tetap menjadi area dengan pertumbuhan tercepat.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kesepakatan baru dengan American Airlines, sejumlah maskapai tambahan, SoftBank, NTT Docomo, Spark NZ, serta kontrak Starshield multi-tahun senilai lebih dari US$6 miliar dari pemerintah Amerika Serikat.
SpaceX Memperluas Kemitraan dengan Nvidia
SpaceX mengumumkan kemitraan strategis dengan Nvidia untuk mengembangkan muatan komputasi baru bernama Starmind AI-1.
Proyek tersebut bertujuan menghadirkan kemampuan komputasi setara pusat data ke orbit dengan memanfaatkan GPU Rubin dan CPU Vera terbaru milik Nvidia.
Sebagai hasilnya, kapasitas komputasi maksimum satelit SpaceX diperkirakan meningkat menjadi sekitar 250 kW.
Peningkatan tersebut akan memperkuat kemampuan satelit dalam memproses data dan menjalankan model AI canggih secara langsung di luar angkasa.
AMD Beat, tapi Pasar Minta Lebih
Daily Summary: Nasdaq Naik 3%, AMD Hadapi Ujian Besar
US Open: S&P 500 Cetak Rekor, Chip Mulai Rebound
Pfizer Mulai Lepas dari Ketergantungan COVID
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.