11.31 · 26 Oktober 2026

Spread Brent-WTI Terus Melebar

Harga minyak Brent diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam enam bulan, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) masih tertahan jauh di bawahnya. Kondisi tersebut menyebabkan selisih harga Brent dan WTI (Brent-WTI spread) melebar hingga sekitar US$13 per barel dalam beberapa pekan terakhir. Pelebaran spread ini memberikan gambaran mengenai lokasi utama tekanan pasar minyak saat ini, yaitu pada pasokan minyak global, bukan pasar domestik Amerika Serikat.

Serangan ke Arab Saudi Mendorong Harga Brent Naik Lebih Cepat

Reli harga minyak pada pekan lalu dipicu oleh serangan drone dan rudal kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak serta bandara di Arab Saudi, yang kembali meningkatkan risiko gangguan pasokan di pasar minyak yang diangkut melalui jalur laut (seaborne oil market). Sebagai acuan harga minyak global, Brent langsung menyerap premi risiko geopolitik tersebut lebih cepat dibandingkan WTI, yang menggunakan Cushing, Oklahoma, sebagai titik penyerahan fisik. Pada perdagangan Senin pagi, kedua acuan minyak memang mengalami koreksi tipis, tetapi selisih harga di antara keduanya tidak banyak menyempit. Pola serupa telah terbentuk selama beberapa pekan terakhir, ketika setiap gangguan pasokan di Timur Tengah lebih dahulu tercermin pada harga Brent sebelum dampaknya merambat ke WTI.

Spread Brent-WTI Menjadi Indikator Tekanan Pasokan Minyak Global

Secara historis, selisih harga Brent dan WTI lebih sering bergerak dalam kisaran US$4–US$7 per barel, yang mencerminkan perbedaan lokasi pasar serta biaya transportasi minyak dari kawasan Laut Utara (North Sea) menuju pembeli global. Ketika spread mencapai dua digit seperti saat ini, kondisi tersebut biasanya mengindikasikan terbentuknya premi risiko di pasar minyak internasional yang bergantung pada pengiriman laut, baik akibat gangguan pasokan (supply disruption), kenaikan biaya pengapalan, maupun ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, harga WTI lebih dipengaruhi oleh kondisi domestik Amerika Serikat, termasuk persediaan minyak di Cushing, aktivitas kilang, dan produksi minyak serpih (shale oil). Oleh karena itu, respons WTI terhadap gangguan pasokan di Teluk Persia atau Laut Merah cenderung lebih lambat. Dengan kata lain, spread Brent-WTI di sekitar US$13 lebih tepat dipahami sebagai sinyal ketatnya pasokan fisik (physical tightness) di luar AS, bukan sebagai konfirmasi bahwa permintaan minyak global sedang melonjak.

Analisis Teknikal OIL (H1)

​​​​​Sumber: xStation

Pada grafik satu jam (hourly), OIL (Brent) sempat menguji area resistance horizontal US$112,00 sebelum mengalami penolakan harga dan terkoreksi menuju sekitar US$109,50 pada pembukaan perdagangan pekan ini. Koreksi (pullback) tersebut membawa harga menembus ke bawah Moving Average 20 (MA20) di sekitar US$110,50, memberikan sinyal awal bahwa momentum reli jangka pendek mulai melemah. Indikator MACD baru saja membentuk persilangan turun (bearish crossover) terhadap signal line, dengan histogram berbalik ke wilayah negatif. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) periode 14 turun dari area mendekati overbought ke level 45,58, menunjukkan momentum netral dengan ruang koreksi yang masih terbuka sebelum tekanan jual menjadi lebih dalam. Dari sisi struktur harga, ascending channel yang terbentuk sejak titik terendah (swing low) US$104,53 pada 22 Oktober masih terjaga selama harga penutupan per jam tidak turun menembus support horizontal US$108,43.

Dua Skenario Trading Brent yang Perlu Dipantau

Brent masih berpotensi bergerak ke dua arah. Jika harga bertahan di atas support US$108,43, trader dapat mempertimbangkan buy on dip dengan target US$112,00. Sebaliknya, jika harga gagal kembali menembus US$110,50, peluang short on rally terbuka dengan target US$108,43, lalu US$104,53 jika support ditembus. Mengingat volatilitas akibat konflik Timur Tengah masih tinggi, trader sebaiknya menunggu konfirmasi arah harga dan menjaga ukuran posisi tetap konservatif.

24 Oktober 2026, 00.22

Daily Summary: Minyak Tembus US$112, Wall Street Tertekan

23 Oktober 2026, 00.42

Daily Summary: Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun 2% dan Saham AI Tertekan

22 Oktober 2026, 01.07

Daily Summary: Nasdaq Naik, SpaceX dan Tesla Jadi Sorotan

21 Oktober 2026, 22.58

Rusia Jual Cadangan Emas 10 Bulan, Harga Emas Terancam?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.