00.24 · 3 Oktober 2026

The Fed Bisa Tahan Suku Bunga Hingga Desember?

Komentar terbaru Austan Goolsbee dari Chicago Fed memberikan gambaran menarik mengenai kemungkinan arah kebijakan jangka pendek bank sentral AS.

Goolsbee menilai pasar tenaga kerja masih stabil, sementara inflasi tetap menjadi persoalan yang lebih penting dari perspektif tugas The Fed saat ini.

Namun, poin terpenting adalah Goolsbee menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bereaksi terlalu agresif terhadap data hanya dalam satu bulan.

Menurutnya, “seluruh opsi” masih terbuka, termasuk kenaikan suku bunga maupun mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Ia juga terbuka untuk menunggu bukti lebih lanjut bahwa inflasi benar-benar kembali menuju target 2%.

Kenapa Ini Penting dalam Kondisi Saat Ini?

Perlu diingat bahwa The Fed saat ini masih berada dalam siklus pengetatan.

Pada pertemuan September, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%.

Sebagian besar anggota FOMC, yaitu 16 dari 18 anggota, juga mengindikasikan bahwa mereka memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Situasi ini cukup berbeda karena sumber risiko utama bukan pelemahan ekonomi, melainkan inflasi yang masih bertahan.

Laporan tenaga kerja Jumat yang lemah — dengan NFP hanya bertambah 29 ribu dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% — secara teori dapat memperkuat argumen untuk menahan suku bunga.

Namun, Goolsbee sendiri meredam interpretasi tersebut.

Karena ia tidak ingin bereaksi berlebihan terhadap satu data, satu laporan NFP yang lemah belum cukup untuk menentukan bahwa pengetatan harus dihentikan.

Logikanya berlaku dua arah.

Satu data ketenagakerjaan yang lemah tidak otomatis berarti The Fed harus pause, tetapi satu data yang kuat juga tidak berarti bank sentral perlu terburu-buru menaikkan suku bunga.

 

Pada September, pertumbuhan upah tercatat sekitar 3% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi 3,2%.

Secara bulanan, upah hanya tumbuh 0,1%, dibandingkan perkiraan 0,3%.

Laju tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode ketika tekanan upah menjadi salah satu alasan utama bagi The Fed untuk terus memperketat kebijakan moneter.

Sumber: XTB

Apa Kata Pasar Suku Bunga?

Harga pasar saat ini mencerminkan sikap hati-hati tersebut.

Untuk pertemuan 28 Oktober, pasar memperkirakan probabilitas sekitar 78,4% bahwa suku bunga tidak berubah, sementara peluang kenaikan suku bunga hanya sekitar 21,6%.

Namun, pada pertemuan 9 Desember, probabilitas kumulatif terjadinya kenaikan suku bunga meningkat menjadi hampir 88%.

Artinya, pasar saat ini memperhitungkan skenario bahwa The Fed kemungkinan menunda langkah berikutnya setidaknya sampai Desember.

Apakah Ini Benar-Benar Berarti Pause hingga Desember?

Interpretasi tersebut tetap perlu disikapi dengan hati-hati.

Komentar Goolsbee memang konsisten dengan skenario pause pada Oktober.

Pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil memberi ruang bagi The Fed untuk tidak bertindak terburu-buru, sementara keinginan untuk “menunggu bukti” bahwa inflasi kembali menuju target juga menunjukkan bahwa Oktober dapat berlalu tanpa perubahan suku bunga.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Goolsbee bukan anggota FOMC yang memiliki hak suara pada 2026 dan baru akan kembali memperoleh hak suara pada 2027.

Karena itu, pandangannya lebih tepat dibaca sebagai indikator sentimen internal The Fed daripada faktor penentu langsung dalam keputusan kebijakan.

Meski demikian, keseimbangan antara pandangan dovish dan hawkish di internal The Fed saat ini masih menunjukkan kecenderungan terhadap kebijakan yang relatif ketat.

Bagi pasar, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah The Fed masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga, tetapi kapan langkah tersebut akan dilakukan dan seberapa banyak data tambahan yang dibutuhkan sebelum bank sentral kembali bertindak.

Sumber: LSEG

3 Oktober 2026, 00.40

Daily Summary: Wall Street Menguat, NFP Lemah Ubah Ekspektasi The Fed

2 Oktober 2026, 22.17

NFP Lemah, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Makin Kecil

2 Oktober 2026, 20.51

US Open: Wall Street Menguat, NFP Lemah Dorong Saham Teknologi

2 Oktober 2026, 19.32

NFP AS Anjlok, Dolar Melemah dan The Fed Kembali Disorot

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.