Baca selengkapnya
09.30 · 9 April 2026

The Fed Hadapi Risiko Ganda?

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Hawkish tetapi usang: Notulen bulan Maret menunjukkan bahwa The Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga akibat tingginya harga minyak, namun kondisi saat ini dengan minyak di sekitar $90 dan gencatan senjata Iran membuat skenario tersebut menjadi kurang relevan.
  • Perangkap stagflasi: The Fed berada dalam kondisi “risiko dua arah” - khawatir inflasi akan bertahan akibat guncangan energi, namun juga memperingatkan bahwa kerapuhan pasar tenaga kerja dapat menyebabkan lonjakan pengangguran.
  • Reaksi pasar yang “fade”: Dolar dan indeks saham mengabaikan nada hawkish karena investor menilai data bulan Maret sudah tidak relevan, dan lebih fokus pada keberlanjutan gencatan senjata 14 hari di Teluk Persia.
  • Kembalinya bayang-bayang kenaikan suku bunga: “Banyak” peserta rapat menilai bahwa harga minyak yang tetap tinggi dapat memicu lonjakan inflasi, yang pada akhirnya mungkin memerlukan kenaikan suku bunga. Sementara itu, “sebagian” mengusulkan pendekatan “dua arah” dalam kebijakan ke depan, yang secara resmi membuka kemungkinan pengetatan.

  • Risiko asimetris: Mayoritas besar melihat risiko inflasi yang lebih tinggi, sambil juga mengidentifikasi risiko terhadap pasar tenaga kerja, yang secara teori dapat membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga di masa depan.

  • Kerapuhan pasar tenaga kerja: The Fed menggunakan bahasa yang sangat langsung, memperingatkan bahwa dalam lingkungan perekrutan yang lemah, penurunan lebih lanjut dalam permintaan tenaga kerja dapat menyebabkan “kenaikan tajam” dalam tingkat pengangguran.

  • Ketidakpastian Timur Tengah: Sebagian besar anggota menilai masih terlalu dini untuk menilai dampak konflik terhadap ekonomi AS. Namun, mereka khawatir bahwa perang yang berkepanjangan dapat menghantam pasar tenaga kerja secara signifikan hingga memaksa kebijakan pelonggaran.

  • Kesalahan proyeksi: Staf The Fed mengasumsikan dampak harga minyak dan penurunan pasar saham terhadap ekonomi hanya “kecil,” yang tampak terlalu optimistis mengingat tingginya harga bahan bakar pada bulan Maret

  • Risiko kredit swasta: The Fed mencatat peningkatan permintaan penarikan dana di kredit fund serta kekhawatiran terhadap sektor perangkat lunak yang terpapar disrupsi berbasis AI.

  • “Perangkap silang” The Fed: Risks of increased inflation versus potential labor market weakness.

Risalah hari ini merupakan catatan diskusi dari pertemuan yang berlangsung setelah perang di Iran dimulai, tetapi sebelum eskalasi besar terjadi, sehingga situasi saat itu sulit untuk dinilai. Meskipun demikian, komunikasi bergeser ke nada yang lebih hawkish, dan risalah tersebut menunjukkan sikap yang bahkan lebih hawkish. Walaupun terdapat penyebutan mengenai potensi kenaikan suku bunga, penting untuk dicatat bahwa masalah serius di pasar tenaga kerja juga dapat secara bersamaan mendorong pemangkasan suku bunga. The Fed tampak berada dalam posisi yang baik, tetapi risiko stagflasi semakin meningkat.

Dilema utama The Fed adalah sebuah "jebakan dua sisi":

  • Di satu sisi, inflasi energi (minyak rata-rata sekitar $100 pada bulan Maret) mendorong pihak hawkish untuk menaikkan suku bunga guna mencegah ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali.

  • Di sisi lain, pasar tenaga kerja mulai menjadi rapuh. The Fed mencatat bahwa pertumbuhan lapangan kerja terkonsentrasi hanya pada beberapa sektor (misalnya, layanan kesehatan), sehingga bagian lain dari ekonomi rentan terhadap perlambatan mendadak.

Apa arti hal ini bagi pasar dalam konteks gencatan senjata hari ini?

Risalah menunjukkan bahwa The Fed jelas khawatir terhadap inflasi. Namun, gencatan senjata hari ini (7 April) dan penurunan harga minyak ke kisaran $90 - $95 bertindak sebagai "circuit breaker." Jika harga minyak tetap di bawah $100, argumen untuk kenaikan suku bunga kemungkinan besar akan cepat menghilang dari agenda, dan fokus FOMC akan kembali pada upaya menyelamatkan pasar tenaga kerja yang melemah.

Risalah tersebut mengonfirmasi bahwa The Fed saat ini berada dalam kondisi "terkunci." Pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga kurang dari 50%, dan mengingat ketidakpastian saat ini, semakin besar kemungkinan The Fed akan memutuskan bahwa suku bunga sudah berada pada tingkat yang tepat.

Apa kesimpulan akhirnya?

Nada hawkish secara teori, tetapi "ketinggalan zaman" dalam praktik. Meskipun risalah mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga, gencatan senjata saat ini dengan Iran berarti pasar kemungkinan akan mengabaikan sinyal tersebut dan lebih fokus pada apakah perdamaian di Teluk Persia dapat bertahan dalam dua minggu ke depan. Jika gencatan senjata runtuh, skenario kenaikan suku bunga yang dijelaskan dalam risalah akan menjadi tema utama pasar.

9 April 2026, 01.30

➡️Risalah FOMC diperkirakan menegaskan sikap “no rush to cut”

7 April 2026, 21.55

Konflik Iran semakin memanas - Apa konsekuensinya?

2 April 2026, 21.35

Tidak ada perdamaian di Iran, Tidak ada ketenangan di pasar

2 April 2026, 13.14

Market Wrap: Trump ingin kembalikan Iran ke "Zaman Batu", indeks saham AS turun tajam

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.