Treasury AS menaikkan ukuran buyback obligasi jangka panjang berikutnya menjadi US$6 miliar, atau tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya, ketika Treasury Secretary Scott Bessent berusaha meredam kenaikan biaya pinjaman pemerintah.
Namun, reaksi pasar justru berlawanan dengan yang mungkin diharapkan.
- Meski buyback diperbesar, harga US Treasury tetap turun sehingga yield obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 4,85%, level tertinggi sejak 2023. Reaksi tersebut menunjukkan bahwa investor kemungkinan mengharapkan intervensi yang lebih besar.
- Bessent menegaskan bahwa perluasan program buyback ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan membatasi pergerakan yield yang terlalu tajam, bukan untuk mengubah valuasi fundamental US Treasury.
- Menariknya, sebelum langkah terbaru ini, Bessent hanya mengatakan ukuran buyback akan “setidaknya digandakan”. Pada akhirnya, Treasury justru meningkatkan ukurannya tiga kali lipat, tetapi yield tetap bergerak lebih tinggi setelah pengumuman.
Reaksi pasar menjadi bagian paling penting dari perkembangan ini.
Secara teori, pembelian kembali obligasi jangka panjang dapat memberikan tambahan permintaan dan membantu memperbaiki likuiditas di pasar Treasury.
Namun, fakta bahwa yield justru naik setelah buyback dinaikkan menjadi US$6 miliar menunjukkan bahwa tekanan jual yang lebih besar masih mendominasi pasar.
Hal tersebut juga memperkuat perbedaan antara buyback Treasury dan quantitative easing dari Federal Reserve.
Program ini dirancang terutama untuk memperbaiki fungsi serta likuiditas pasar, bukan untuk secara langsung menurunkan yield atau melonggarkan kondisi moneter.
Dengan demikian, buyback yang lebih besar belum tentu cukup untuk melawan faktor fundamental seperti kebutuhan penerbitan utang yang tinggi, risiko inflasi, ekspektasi suku bunga, dan meningkatnya term premium.
Bagi investor saham, perkembangan ini penting karena yield Treasury yang lebih tinggi meningkatkan discount rate yang digunakan untuk menilai future earnings perusahaan.
Tekanan tersebut biasanya paling terasa pada saham growth dan teknologi dengan valuasi tinggi.
Pesan pasar untuk sementara cukup jelas: bahkan buyback yang dinaikkan tiga kali lipat belum mampu menghentikan kenaikan yield Treasury. Jika tekanan ini berlanjut, persoalan pasar obligasi AS mungkin membutuhkan lebih dari sekadar tambahan likuiditas melalui buyback.
Market Wrap: Yield AS Turun, Pasar Fokus ke PCE
Daily summary: Nasdaq Melemah, The Fed Tetap Hawkish
Market Wrap: Yield dan Minyak Tekan Pasar Global
Daily summary: Yield AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.