Tarif 25% dari Trump Mengguncang Jepang & Korea Selatan
Presiden Trump mulai mengumumkan tarif baru kepada mitra dagang utama AS. Negara pertama yang terkena imbas adalah Jepang dan Korea Selatan, yang kini menghadapi tarif 25%, naik dari sebelumnya 10%. Keputusan ini mematahkan harapan bahwa Trump akan meredam ancaman tarif dan menghindari eskalasi perang dagang.
Sentimen Risiko Melemah, Pasar Gugup
Saham AS turun ke level terendah sesi perdagangan setelah kabar ini beredar, dan dolar AS memperpanjang penguatan dari hari Senin. Yen Jepang menjadi mata uang G10 terlemah, melemah hampir 1% terhadap dolar. Won Korea juga ikut tertekan, seiring pelaku pasar menjual mata uang negara yang jadi target tarif.
EUR/USD juga melemah dan mendekati level $1.17, karena sentimen risiko menyusut tajam.
Surat Trump: Agresif dan Ultimatum
Trump mengunggah surat yang ia kirim ke Presiden Korea Selatan di Truth Social. Isinya memperingatkan bahwa tarif balasan dari Korsel akan dibalas dengan tarif tambahan oleh AS. Surat itu menyebut tarif 25% bertujuan mengoreksi ketimpangan dagang bertahun-tahun, dan mengancam sanksi tambahan jika Korsel mencoba menghindari tarif melalui pengiriman ke negara ketiga.
Pancing Investasi, Tapi dengan Ancaman
Trump juga menyebut bahwa tarif akan turun jadi 0% jika perusahaan Korea Selatan memilih memproduksi barang mereka di AS. Dia menjanjikan persetujuan produksi di AS dalam hitungan minggu, meski belum jelas apakah perusahaan-perusahaan itu tertarik dengan tawaran tersebut.
Eropa Tunggu dengan Tegang
Sebelum pengumuman ini, sudah terlihat bahwa negosiasi AS-Jepang tidak berjalan lancar. Tapi belum jelas apakah tarif 25% ini adalah batas akhir. Sementara itu, negosiasi dengan Uni Eropa belum banyak diberitakan — menciptakan ketidakpastian apakah blok ini akan menerima perlakuan serupa.
Trump juga bisa mengumumkan tarif berdasarkan sektor, selain tarif berdasarkan negara. Ini bisa jadi ancaman besar bagi Uni Eropa — terutama jika sektor seperti farmasi ikut terkena dampaknya.
Pasar Kewalahan oleh Retorika Perang Dagang
Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, pasar saham kini tampaknya meremehkan dampak tarif balasan. Ketika lebih banyak pengumuman tarif muncul, kita bisa melihat sentimen risiko semakin menurun. Dolar AS untuk sementara mendapat keuntungan karena yen dan won tertekan, dan yields obligasi global naik akibat ekspektasi kenaikan inflasi dari tarif baru ini.
Trump kembali menunjukkan gaya negosiasi kerasnya dalam kebijakan dagang, dan pasar keuangan kini kembali sadar bahwa ini adalah ancaman nyata bagi pertumbuhan global.
Morning Wrap (02.03.2026)
Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)
Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?
US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉