Baca selengkapnya
21.13 · 22 April 2026

US OPEN: Geopolitik dominasi pasar, S&P 500 fluktuatif

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

  • Futures indeks AS menguat, dipimpin oleh US500 dan US100.

  • Harga minyak naik sekitar 1,5% di tengah ketidakpastian. Brent di $95, WTI di bawah $92 per barel.

  • Pasar menunggu laporan keuangan Tesla setelah penutupan.

Kondisi Pasar

Sentimen selama sesi akhir Eropa dan pembukaan Wall Street, tidak mengejutkan, didominasi oleh geopolitik. Keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran datang tepat saat perjanjian dua minggu sebelumnya akan berakhir. Meskipun diperpanjang, AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Iran menegaskan bahwa mereka hanya akan kembali ke meja perundingan jika blokade tersebut dicabut. Kebuntuan geopolitik ini memicu kekhawatiran akan kekurangan minyak, LNG, dan pupuk secara global.

Meskipun indeks saham mengalami kenaikan, pasar lain menunjukkan ketidakpastian yang signifikan—terutama minyak. Penyitaan dua kapal oleh Iran baru-baru ini menunjukkan bahwa situasi masih jauh dari stabil, meskipun serangan langsung antara kedua pihak saat ini ditahan. Terdapat spekulasi bahwa AS telah mengurangi secara signifikan stok misilnya dan membutuhkan waktu untuk produksi ulang serta distribusi. Selain itu, blokade AS saat ini bertujuan untuk memutus aliran pendapatan Iran; namun jika tekanan ini berlanjut selama satu bulan lagi, harga minyak mentah dapat naik ke kisaran $100–$110 dan gas TTF kembali ke €50–60/MWh atau lebih tinggi, yang akan menjadi sangat berisiko selama musim pengisian penyimpanan gas.

Berita Perusahaan

  • Adobe (ADBE): Saham naik lebih dari 3,5% pada awal perdagangan. Perusahaan mengumumkan program buyback saham baru hingga $25 miliar (berlaku hingga 2030) serta memperluas kerja sama dengan Omnicom Group untuk mengembangkan model AI agent tingkat perusahaan.

  • Airbnb (ABNB): Saham naik sekitar 2,7% setelah Wells Fargo Securities menaikkan rekomendasi dari "equal-weight" menjadi "overweight."

  • Boeing (BA): Saham naik hampir 4% saat pembukaan, meskipun kemudian melemah menjadi di bawah 2%. Investor merespons positif laporan arus kas yang lebih baik dari perkiraan dan pengiriman pesawat terbanyak sejak 2019 pada Q1. Namun, sektor penerbangan masih tertekan akibat harga bahan bakar yang tinggi.

  • Tesla (TSLA): Perusahaan menjadi sorotan menjelang laporan kuartalan. Pada hari Selasa, saham turun tipis dan ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50 hari. Tesla saat ini merupakan holding terbesar dalam ETF ARK Invest. Meskipun pengiriman Q1 di bawah ekspektasi, perusahaan masih mencatat pertumbuhan tahunan. Investor melihat Tesla lebih sebagai perusahaan teknologi berbasis AI dibanding produsen mobil tradisional; oleh karena itu, komentar manajemen terkait proyek masa depan akan menjadi penentu utama pergerakan harga. Pergerakan implisit sebesar 6–7% diperkirakan setelah rilis laporan.

  • UnitedHealth (UNH): Saham naik 0,7% setelah mendapat upgrade menjadi "Buy" dari Argus Research. Analis menyoroti kinerja keuangan kuartal pertama yang sangat kuat.

 

Saham Tesla sempat kehilangan hampir sepertiga nilainya dari level tertinggi sepanjang masa hingga 9 April, namun kini penurunan tersebut menyusut menjadi sedikit di atas 20%. Saham diperdagangkan pada level yang relatif tinggi dengan valuasi ekstrem berdasarkan rasio P/E dan P/S. Meski demikian, perusahaan terus menjual visi masa depan yang kuat, dan jika tren bullish di Wall Street berlanjut, pemulihan lanjutan pada saham Tesla masih mungkin terjadi.

Resistance teknikal terdekat berada di sekitar $430 per saham, sementara support utama berada di $355, yang bertepatan dengan retracement Fibonacci 50,0% dari gelombang kenaikan terakhir.

 

Sumber: xStation5

22 April 2026, 18.13

Tesla jelang earnings: harapan vs realita bisnis

22 April 2026, 14.53

Intel Melonjak 250%, Valuasi Dekati Era Dot-Com

21 April 2026, 21.05

Laporan laba sektor pertahanan: RTX dan Northrop Grumman

16 April 2026, 09.26

Microsoft (MSFT): Valuasi 'Menarik'?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.