Baca selengkapnya
21.34 · 28 April 2026

US OPEN: Kekhawatiran terhadap OpenAI menekan seluruh pasar

Sesi Wall Street dibuka di tengah kekhawatiran terhadap profitabilitas sektor “AI”. Sentimen juga terbebani oleh kurangnya kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Futures pada indeks utama AS bergerak turun; Nasdaq 100 Index (US100) memimpin penurunan dengan pelemahan lebih dari 1% saat pembukaan.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin bahwa OpenAI gagal mencapai target penting terkait pendapatan dan jumlah pengguna. Hal ini memicu kekhawatiran di seluruh sektor teknologi, dengan penurunan tajam terutama pada perusahaan yang sangat bergantung pada OpenAI.

  • OpenAI juga telah mengubah perjanjian kerja samanya dengan Microsoft. Microsoft tidak lagi memiliki klausul eksklusivitas terkait lisensi teknologi tersebut.

Selain itu, kasus pengadilan antara OpenAI dan Elon Musk dijadwalkan dimulai pada hari Kamis. Musk menuntut ganti rugi sebesar USD 150 miliar dari perusahaan tersebut, dengan alasan bahwa OpenAI secara tidak sah mengubah statusnya dari organisasi nirlaba menjadi komersial.

Komunikasi dari Gedung Putih terkait negosiasi masih terbatas, namun pejabat menyatakan kekecewaan dan ketidaksabaran terhadap sikap Iran. Perwakilan Iran tetap pada tuntutan maksimalis, termasuk kontrol atas selat, jaminan keamanan, dan pengakuan hak untuk memperkaya uranium.

Data Makroekonomi

  • Conference Board akan merilis Indeks Kepercayaan Konsumen 30 menit setelah sesi dibuka. Konsensus pasar memperkirakan penurunan dari 91,8 menjadi 89,3 poin.

 

Sumber: xStation5

Berita Perusahaan

  • CoreWeave (CRWV.US) & Oracle (ORCL.US): kedua saham turun hampir 5% setelah laporan masalah terkait OpenAI.

  • Meta (META.US): Pemerintah China memblokir pembelian model AI “Manus” karena kekhawatiran keamanan nasional. Saham turun lebih dari 1%.

  • UPS (UPS.US): saham turun lebih dari 4% meskipun hasil Q1 2026 cukup baik, karena tidak adanya peningkatan target keuangan.

  • Coca-Cola (KO.US): melaporkan hasil Q1 2026 sesuai ekspektasi pendapatan dan profitabilitas; saham naik sekitar 3%.

27 April 2026, 17.17

Risiko Iran Kembali Dorong Volatilitas

24 April 2026, 19.01

Indeks mencoba pulih berkat harapan negosiasi AS-Iran 📈

22 April 2026, 21.13

US OPEN: Geopolitik dominasi pasar, S&P 500 fluktuatif

22 April 2026, 18.13

Tesla jelang earnings: harapan vs realita bisnis

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.