Setelah pasar saham Amerika Serikat dibuka, tekanan jual kembali mendominasi perdagangan. Futures pada indeks utama US100 dan US500 masing-masing turun sekitar 1%, sementara US30 dan US2000 mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sekitar 0,2%. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran investor masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor teknologi.
Perhatian pasar tertuju pada kabar dari perusahaan teknologi, terutama laporan keuangan Micron yang sangat kuat, serta serangkaian data makroekonomi Amerika Serikat untuk periode Mei. Hasil Micron kembali memperkuat narasi investasi bertema kecerdasan buatan (AI), namun pergerakan indeks menunjukkan bahwa keraguan investor terhadap sektor teknologi belum sepenuhnya hilang.
Data Makroekonomi
Beberapa data ekonomi AS yang dirilis hari ini menunjukkan hasil beragam:
- Inflasi PCE naik menjadi 4,1%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Data ini diperkirakan tidak akan mengubah secara signifikan ekspektasi jalur suku bunga Federal Reserve. Perlu dicatat bahwa inflasi inti PCE (Core PCE) berada pada level yang lebih rendah dan telah menunjukkan stabilisasi lebih awal, sehingga kenaikan harga saat ini dinilai berpotensi bersifat sementara.
- Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal I tumbuh 2,1%, lebih tinggi dari perkiraan 1,6%.
- Upah dan belanja pribadi masing-masing meningkat 0,7%.
- Klaim pengangguran mingguan tetap berada di atas 200 ribu, namun lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar.
- Di sisi lain, belanja konsumen dan pesanan barang tahan lama (durable goods orders) menjadi perhatian karena hasilnya jauh lebih lemah dari perkiraan.
Berita Perusahaan
- Micron (MU.US): Produsen chip memori ini membukukan hasil yang sangat kuat sehingga sahamnya melonjak sekitar 20% pada pembukaan perdagangan. Micron melaporkan pendapatan sebesar USD41,46 miliar dan EPS USD25,11, meningkat lebih dari 100% dibanding kuartal sebelumnya serta melampaui konsensus pasar. Hasil tersebut juga ikut mengangkat sentimen positif terhadap produsen semikonduktor lainnya.
- Wendy’s (WEN.US): Saham Wendy's melanjutkan pemulihan dari level valuasi rendah, didorong oleh aksi beli investor ritel yang berharap saham ini menjadi "meme stock" berikutnya. Saham naik sekitar 10%.
- IBM (IBM.US): IBM memperkenalkan prototipe chip pertama dengan teknologi manufaktur di bawah 1 nanometer, mendorong saham perusahaan naik sekitar 2%.
- Apple (AAPL.US): Apple mengumumkan kenaikan harga produknya dengan alasan kelangkaan komponen memori yang kini semakin banyak dialokasikan untuk pusat data AI. Pasar menilai kondisi ini berpotensi menekan margin keuntungan maupun permintaan konsumen, sehingga saham Apple turun sekitar 5%.
- BlackBerry (BB.US): BlackBerry merilis panduan kinerja tahunan yang optimistis. Perusahaan memperkirakan pendapatan akan didukung oleh meningkatnya belanja infrastruktur digital. Saham menguat sekitar 7%.
Micron Lampaui Ekspektasi, Tapi Reli AI Masih Hadapi Risiko
Daily Summary: AI Tertekan, Micron Jadi Sorotan, Emas dan Minyak Melemah
US Open: Nasdaq Tertekan, Micron Jadi Penentu Nasib Reli AI
Michael Burry Soroti Risiko Palantir, Benarkah Tren Turun Berlanjut?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.