Wall Street rebound hari ini berkat berlanjutnya penurunan harga minyak mentah, meskipun volume perdagangan masih relatif terbatas menjelang laporan keuangan Nvidia, data inflasi PCE, dan symposium bank sentral di Jackson Hole.
Kembalinya risk appetite terlihat dari penguatan Nasdaq (US100: +0,3%) dan pergerakan terbatas DJIA (US30: +0,05%). Optimisme juga terlihat pada S&P 500 (US500: +0,1%) dan Russell 2000 (US2000: +0,1%).
Tren penting hari ini adalah rebound secara kolektif pada perusahaan terkait AI. Kenaikan yield obligasi AS baru-baru ini, kekhawatiran mengenai tingkat utang perusahaan AI, serta antisipasi terhadap laporan keuangan Nvidia sebelumnya telah memberikan tekanan terhadap saham-saham sektor ini. Rebound dipimpin oleh produsen memori (Nvidia +1,7%, Micron +1,7%), produsen chip (Intel +1,6%, AMD +3,75%).
Optimisme juga terlihat di sektor teknologi secara lebih luas, termasuk Communication Services seperti Uber +0,7%, Meta +0,8%, dan Netflix +1,2%. Sementara itu, sektor defensif seperti energi dan barang konsumsi sebagian besar mencatat penurunan.

Volatilitas saham S&P 500. Sektor semikonduktor, hardware, software, dan communication services mendominasi. Sumber: XTB Research
Berita Perusahaan
-
Alibaba (BABA.US): Pendiri perusahaan Jack Ma membeli saham senilai lebih dari HKD600 juta, yang menunjukkan keyakinan kuat terhadap ambisi AI perusahaan. Chairman Joe Tsai dan CEO Eddie Wu juga melakukan pembelian saham dengan nilai gabungan HKD202 juta. Aksi tersebut dilakukan setelah penerbitan saham senilai HKD80 miliar untuk mendanai pengembangan AI. ADR Alibaba naik sekitar 0,9%.
Nvidia Masuk Orbit? SpaceX Buka Peluang Baru Infrastruktur AI
Market Wrap: Saham Chip Turun Jelang Laporan Nvidia
Daily Summary: Wall Street Melemah, USMCA dan Nvidia Jadi Fokus
US Open: Nasdaq Turun 1%, Saham Semikonduktor Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.