21.06 · 24 Juni 2026

US Open: Nasdaq Tertekan, Micron Jadi Penentu Nasib Reli AI

Pasar saham AS mencoba kembali menguat hari ini setelah awal pekan yang brutal, di mana sekitar USD 1,3 triliun kapitalisasi pasar menguap dari indeks Nasdaq 100. Pembukaan perdagangan kali ini diwarnai antisipasi terhadap laporan keuangan kuartalan Micron Technology yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Dalam beberapa pekan terakhir, Micron bahkan menjadi saham dengan volume transaksi terbesar di Wall Street, melampaui Nvidia. Laporan produsen memori tersebut akan menjadi ujian penting bagi kesehatan keseluruhan tema investasi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, perombakan bersejarah dalam indeks Dow Jones serta kekhawatiran menjelang rilis data inflasi PCE besok turut menjadi pemicu volatilitas.

Kondisi Pasar dan Peristiwa Makro Utama

Sentimen global mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi meskipun investor baru saja melewati periode volatilitas yang ekstrem.

Indeks volatilitas VIX, yang sering disebut sebagai "fear index", turun ke level 19,21 setelah sempat mendekati batas psikologis 20 poin dan bahkan diperdagangkan di atas level tersebut pada pertengahan bulan.

Namun demikian, trader Goldman Sachs memperingatkan bahwa likuiditas pasar saat ini relatif tipis, sehingga berpotensi memperbesar pergerakan harga ke dua arah dalam beberapa sesi mendatang.

Di pasar komoditas, tren penurunan harga minyak masih berlanjut. WTI kini mendekati level USD 70 per barel dan hanya membutuhkan penutupan gap yang terbentuk setelah serangan udara AS ke Iran pada akhir Februari untuk sepenuhnya menghapus dampak perang terhadap harga minyak.

Sementara itu, sentimen hawkish masih mendominasi pasar. Hal ini tercermin dari pelemahan EUR/USD yang kembali turun di bawah level 1,14. Di sisi makroekonomi, investor masih mencerna hasil rapat Federal Reserve pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh serta menunggu data inflasi PCE pada Kamis, yang menurut proyeksi Bloomberg Economics berpotensi memberikan kejutan hawkish.

Pergerakan Kontrak Berjangka dan Sektor Pasar

  • US100 (Nasdaq 100): Setelah sempat mencoba rebound, Nasdaq 100 kembali melemah sekitar 0,2% pada menit-menit awal perdagangan. Meski demikian, sektor teknologi masih berusaha menunjukkan bahwa koreksi Juni hanyalah fase istirahat sehat dalam tren naik yang lebih besar. Indeks masih berada sekitar 28% di atas level akhir Maret.
  • US500 (S&P 500): Kontrak berjangka S&P 500 bergerak di sekitar penutupan sesi sebelumnya setelah sempat naik hingga 0,2%. Pasar yang lebih luas bergerak hati-hati di tengah keseimbangan antara optimisme AI dan sinyal peringatan dari ekonomi tradisional.
  • US30 (Dow Jones): Kontrak Dow Jones melemah sekitar 0,15%. Namun perhatian investor tertuju pada indeks ini karena adanya perubahan fundamental yang relatif jarang terjadi dalam komposisinya.
  • US2000 (Russell 2000): Russell 2000 turun sekitar 0,2% dan masih berkonsolidasi setelah upaya rotasi modal ke saham-saham berkapitalisasi kecil dalam beberapa waktu terakhir.
 

Analisis Teknikal US100 (Nasdaq 100)

Setelah kehilangan kapitalisasi sekitar USD 1,3 triliun hanya dalam dua hari, indeks teknologi US100 kini berada di area yang menarik secara teknikal. Aksi jual kemarin membawa indeks ke area support lokal, di mana pembeli mulai mencoba melakukan pertahanan.Dalam jangka pendek, area penurunan tajam kemarin masih menjadi resistance utama bagi pelaku pasar bullish. Sempat terjadi rebound sekitar 0,5%, namun pada awal perdagangan indeks kembali turun di bawah support penting 29.800 poin.

Meski demikian, level retracement Fibonacci 50% dari gelombang kenaikan terakhir masih bertahan sebagai support, sementara area Fibonacci 61,8% berada sedikit lebih rendah dan menjadi level kunci berikutnya. Yang menjadi perhatian adalah peringatan Goldman Sachs mengenai potensi kemiripan kondisi saat ini dengan gelembung dot-com pada akhir 1990-an. Di sisi lain, pergerakan harga saat ini belum cukup besar untuk mengindikasikan kapitulasi penuh dari investor bullish. Untuk saat ini, pasar tampaknya menempatkan nasib reli AI di tangan Micron. Jika sebelumnya Nvidia beberapa kali menjadi penyelamat pasar teknologi, kini laporan keuangan Micron berpotensi memainkan peran serupa.

Berita Perusahaan

  • Micron Technology (MU.US). Micron sempat naik hingga 4% di pre-market sebelum berbalik turun sekitar 1% menjelang laporan keuangan. Perusahaan saat ini menjadi saham dengan volume transaksi terbesar di Wall Street dengan nilai transaksi melebihi USD 70 miliar. Investor berharap permintaan kuat terhadap chip memori AI, terutama dari Asia, dapat kembali mendorong kinerja perusahaan.
  • Alphabet (GOOGL.US). Alphabet resmi bergabung ke dalam indeks Dow Jones Industrial Average (US30) dan menggantikan Verizon. Saham Alphabet naik sekitar 0,8%.
  • Verizon (VZ.US). Saham Verizon turun sekitar 1% setelah diumumkan keluar dari indeks Dow Jones.
  • Wendy’s (WEN.US). Saham Wendy’s melonjak hingga 24% pada pembukaan perdagangan. Kenaikan ini dipicu oleh gelombang spekulasi investor ritel dari komunitas r/wallstreetbets dan Stocktwits.
  • FuelCell Energy (FCEL.US). Saham sempat melonjak tajam setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan dengan Fit Energy untuk memasok 380 megawatt energi bersih bagi pusat data AI. Namun kenaikan akhirnya menyusut menjadi sekitar 5%.
  • FedEx (FDX.US). Saham FedEx turun sekitar 1,3% setelah laporan keuangan pertama pasca pemisahan bisnis freight. Investor mengkhawatirkan proyeksi yang lebih lemah, tekanan inflasi, serta perlambatan perdagangan global.
  • Twilio (TWLO.US). Goldman Sachs kembali memberikan rekomendasi Buy dengan target harga tertinggi di Wall Street sebesar USD 300. Bank investasi tersebut menilai implementasi AI akan menjadi pendorong pertumbuhan struktural bagi perusahaan. Saham Twilio naik lebih dari 3%.


 
24 Juni 2026, 19.16

Michael Burry Soroti Risiko Palantir, Benarkah Tren Turun Berlanjut?

23 Juni 2026, 20.06

Krisis Monetisasi AI Mulai Menghantui Raksasa Teknologi

23 Juni 2026, 12.04

Market Wrap: AI Tertekan, Minyak Turun Usai Kemajuan AS-Iran

22 Juni 2026, 21.27

SpaceX Terkoreksi, Pasar Mulai Pertanyakan Valuasi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.