Wall Street membuka sesi Rabu tanpa arah yang jelas. S&P 500 diperdagangkan relatif datar, sementara Nasdaq sedikit melemah dan Dow Jones mengungguli indeks lain dengan dukungan dari saham-saham healthcare. Futures minyak hari ini terkoreksi dari sekitar US$96 menjadi US$93 per barel, tetapi tekanan yang lebih besar bagi saham tampaknya datang dari kenaikan yield Treasury AS 10 tahun ke level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan yield meningkatkan discount rate dan mengurangi daya tarik relatif saham growth dengan valuasi tinggi. Pasar kini berada dalam situasi yang cukup tidak nyaman, ketika pelemahan data pasar tenaga kerja berhadapan dengan harga energi yang lebih tinggi dan meningkatnya biaya pendanaan. Meski demikian, perusahaan-perusahaan belakangan ini masih mencatat pertumbuhan earnings dan revenue yang kuat, sehingga fundamental tersebut tampaknya masih menopang minat investor terhadap saham meski yield tetap tinggi.
- S&P 500 naik sekitar 0,1%, Nasdaq Composite turun sekitar 0,1%, sementara Dow Jones menguat sekitar 0,4%.
- Saham Dell naik hampir 5% setelah perusahaan menaikkan outlook revenue setahun penuh. Guidance yang lebih kuat terutama didorong oleh tingginya permintaan terhadap server yang digunakan dalam infrastruktur AI.
- Hewlett Packard Enterprise juga merespons positif hasil Dell, dengan saham menguat sekitar 3%.
- Raksasa cybersecurity Palo Alto Networks turun sekitar 8% setelah laporan keuangan, sementara GitLab melonjak hingga 15%.
- Kenaikan Dow Jones didukung oleh perusahaan seperti Johnson & Johnson, Merck, dan Amgen, menunjukkan rotasi yang cukup jelas menuju sektor yang lebih defensif.
- Yield acuan Treasury AS 10 tahun naik ke 4,814% selama sesi perdagangan, level tertinggi sejak November 2023.
- Yield yang lebih tinggi menjadi tantangan khusus bagi saham dengan multiple valuasi tinggi karena meningkatkan cost of capital dan mengurangi present value dari earnings masa depan.
- Tekanan di pasar obligasi tidak hanya terjadi di AS. Yield juga meningkat di Inggris, Jerman, dan Prancis, sementara yield obligasi pemerintah Jepang tetap berada dekat level tertinggi dalam beberapa tahun.
- Minyak tetap menjadi salah satu sumber utama kekhawatiran inflasi. WTI diperdagangkan di sekitar US$90 per barel, sementara Brent bertahan di atas US$94.
- Kenaikan harga minyak berkaitan dengan serangan lanjutan AS terhadap Iran dan meningkatnya risiko eskalasi kembali di Timur Tengah.
- Data ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS bertambah 38.000 pada Agustus, di bawah ekspektasi 47.000 dan turun dari angka Juli yang direvisi naik menjadi 46.000.
- Angka tersebut merupakan pertumbuhan lapangan kerja bulanan terlemah sejak Januari, dengan penciptaan pekerjaan sangat terkonsentrasi pada sejumlah kecil industri, terutama healthcare.
- Pasar tenaga kerja yang lebih lemah biasanya akan memperkuat ekspektasi The Fed yang lebih dovish, tetapi efek tersebut sebagian tertahan oleh kenaikan harga energi dan yield obligasi.
- Menteri Perdagangan Howard Lutnick meremehkan kenaikan yield terbaru dan memperkirakan suku bunga pasar akan stabil sebelum mulai turun dalam sekitar enam bulan ke depan.
- Saham Uber naik lebih dari 1,5% setelah perusahaan mengumumkan rencana memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya, atau sekitar 3.300 posisi, sekaligus mengurangi jumlah posisi manajerial sebesar 20%.
Wall Street membuka sesi Rabu tanpa arah yang jelas. S&P 500 diperdagangkan relatif datar, sementara Nasdaq sedikit melemah dan Dow Jones mengungguli indeks lain dengan dukungan dari saham-saham healthcare. Futures minyak hari ini terkoreksi dari sekitar US$96 menjadi US$93 per barel, tetapi tekanan yang lebih besar bagi saham tampaknya datang dari kenaikan yield Treasury AS 10 tahun ke level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan yield meningkatkan discount rate dan mengurangi daya tarik relatif saham growth dengan valuasi tinggi. Pasar kini berada dalam situasi yang cukup tidak nyaman, ketika pelemahan data pasar tenaga kerja berhadapan dengan harga energi yang lebih tinggi dan meningkatnya biaya pendanaan. Meski demikian, perusahaan-perusahaan belakangan ini masih mencatat pertumbuhan earnings dan revenue yang kuat, sehingga fundamental tersebut tampaknya masih menopang minat investor terhadap saham meski yield tetap tinggi.
- S&P 500 naik sekitar 0,1%, Nasdaq Composite turun sekitar 0,1%, sementara Dow Jones menguat sekitar 0,4%.
- Saham Dell naik hampir 5% setelah perusahaan menaikkan outlook revenue setahun penuh. Guidance yang lebih kuat terutama didorong oleh tingginya permintaan terhadap server yang digunakan dalam infrastruktur AI.
- Hewlett Packard Enterprise juga merespons positif hasil Dell, dengan saham menguat sekitar 3%.
- Raksasa cybersecurity Palo Alto Networks turun sekitar 8% setelah laporan keuangan, sementara GitLab melonjak hingga 15%.
- Kenaikan Dow Jones didukung oleh perusahaan seperti Johnson & Johnson, Merck, dan Amgen, menunjukkan rotasi yang cukup jelas menuju sektor yang lebih defensif.
- Yield acuan Treasury AS 10 tahun naik ke 4,814% selama sesi perdagangan, level tertinggi sejak November 2023.
- Yield yang lebih tinggi menjadi tantangan khusus bagi saham dengan multiple valuasi tinggi karena meningkatkan cost of capital dan mengurangi present value dari earnings masa depan.
- Tekanan di pasar obligasi tidak hanya terjadi di AS. Yield juga meningkat di Inggris, Jerman, dan Prancis, sementara yield obligasi pemerintah Jepang tetap berada dekat level tertinggi dalam beberapa tahun.
- Minyak tetap menjadi salah satu sumber utama kekhawatiran inflasi. WTI diperdagangkan di sekitar US$90 per barel, sementara Brent bertahan di atas US$94.
- Kenaikan harga minyak berkaitan dengan serangan lanjutan AS terhadap Iran dan meningkatnya risiko eskalasi kembali di Timur Tengah.
- Data ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS bertambah 38.000 pada Agustus, di bawah ekspektasi 47.000 dan turun dari angka Juli yang direvisi naik menjadi 46.000.
- Angka tersebut merupakan pertumbuhan lapangan kerja bulanan terlemah sejak Januari, dengan penciptaan pekerjaan sangat terkonsentrasi pada sejumlah kecil industri, terutama healthcare.
- Pasar tenaga kerja yang lebih lemah biasanya akan memperkuat ekspektasi The Fed yang lebih dovish, tetapi efek tersebut sebagian tertahan oleh kenaikan harga energi dan yield obligasi.
- Menteri Perdagangan Howard Lutnick meremehkan kenaikan yield terbaru dan memperkirakan suku bunga pasar akan stabil sebelum mulai turun dalam sekitar enam bulan ke depan.
- Saham Uber naik lebih dari 1,5% setelah perusahaan mengumumkan rencana memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya, atau sekitar 3.300 posisi, sekaligus mengurangi jumlah posisi manajerial sebesar 20%.
Dell saat ini mendapatkan manfaat dari dua tren yang terjadi bersamaan: peningkatan pesat belanja server AI serta meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur tradisional yang dibutuhkan untuk mendukung deployment tersebut. Namun, risiko utamanya adalah ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi setelah saham naik lebih dari 200% sejak awal tahun.
Hingga penutupan Selasa, saham Dell telah menguat 236% secara year-to-date, dibandingkan kenaikan sekitar 11% pada S&P 500 dalam periode yang sama. Perbedaan ini menunjukkan seberapa kuat pasar mulai menilai Dell sebagai perusahaan infrastruktur AI, bukan lagi sekadar produsen PC. Donald Trump, yang telah membeli saham Dell sejak kembali menjabat, kembali secara terbuka menyarankan pembelian komputer Dell pada Juli.
Grafik Dell Technologies (DELL.US), Interval D1
Sumber: xStation5
Palo Alto Tumbuh 34%, Tapi Pasar Belum Puas dengan Kualitas Growth
Mondelez Redam Rally Cocoa, Pasar Mulai Ragukan Risiko Defisit
SLB Belanja US$4,1 Miliar Demi Masuk Infrastruktur AI
Airbnb Makin Besar, Tapi Apakah Ekspansinya Mulai Terlalu Jauh?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.