Sesi terakhir kuartal kedua 2026 membawa ketenangan dan konsolidasi di bursa New York. Kontrak futures untuk indeks utama Amerika Serikat bergerak dekat level penutupan sesi pertama pekan ini.
Meskipun belakangan pasar lebih sering membicarakan aksi jual, pada saat yang sama Wall Street sedang menutup salah satu kuartal terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Secara kuartalan, pasar mencatat return sekitar 25%, sementara sejak awal tahun kenaikannya mencapai 18%. Sektor dengan kinerja terbaik adalah semikonduktor, energi, dan hardware. Sumber Bloomberg Finance LP, XTB
Data penting dari ekonomi AS juga dirilis hari ini, yaitu Consumer Confidence Index dan laporan JOLTS.
Indeks kepercayaan konsumen, yang menggambarkan tingkat optimisme masyarakat AS terhadap ekonomi dan kondisi keuangan pribadi, naik pada Juni menjadi 91,2 poin. Namun, angka ini masih lebih lemah dari perkiraan pasar di 94,4 poin.
Sementara itu, laporan JOLTS, yang mengukur likuiditas pasar tenaga kerja berdasarkan jumlah lowongan kerja dan PHK, memberikan kejutan positif yang kuat. Pada Mei, jumlah lowongan kerja naik menjadi 7,594 juta, di atas ekspektasi 7,296 juta. Data ini mengonfirmasi bahwa kondisi sektor ketenagakerjaan AS masih sangat kuat.
Di luar data ekonomi, investor juga perlu mencermati penguatan dolar AS, terutama terhadap yen Jepang, yang melemah ke level terendah sejak 1986. Pasangan USD/JPY mencapai level 162,4.
Penutupan Kuartal Spektakuler dan Rotasi di Indeks Russell
Pasar saham AS bersiap menutup paruh pertama tahun yang sangat kuat, terutama berkat rebound spektakuler pada kuartal kedua. Indeks pasar luas utama, S&P 500, telah naik sekitar 14% sejak awal April, menandai kinerja kuartalan terbaik dalam enam tahun. Nasdaq 100 naik lebih dari 25%, sekaligus mencatat hasil terbaik sejak Q2 2020. Jika tidak menghitung rebound pascapandemi, ini menjadi kinerja kuartalan terbaik sejak 2001.
Nasdaq 100 mencatat rebound fenomenal pada Q2 2026. Sumber Bloomberg Finance LP
Bahan bakar utama penguatan pasar masih berasal dari boom investasi seputar artificial intelligence (AI). Pada saat yang sama, pasar terus melihat kelemahan dari perusahaan-perusahaan software. Menurut estimasi Bloomberg Intelligence, hanya 44 perusahaan yang secara langsung terkait dengan teknologi AI diperkirakan akan menyumbang hampir 60% dari seluruh pertumbuhan laba indeks S&P 500 pada tahun kalender 2026. Kelompok perusahaan tersebut diperkirakan tumbuh lebih dari 40%, hampir tiga kali lebih cepat dibandingkan sisa pasar.

Sejak awal tahun ini, perusahaan hardware mencatat kinerja yang sangat kuat, termasuk SanDisk, Micron, Western Digital, Intel, Seagate, Marvell, Arm, Applied Materials, AMD, dan Lam Research. Semua perusahaan ini memiliki eksposur tertentu terhadap semikonduktor dan chip. Di sisi lain, ada perusahaan seperti Workday, Adobe, dan Thomson Reuters yang justru tertinggal dari revolusi AI. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB
Sesi hari ini dimulai relatif tenang, dekat level penutupan Senin.
- US500, yaitu kontrak futures untuk S&P 500, naik 0,15% dalam 20 menit pertama perdagangan.
- US100, yaitu kontrak futures untuk Nasdaq 100, menguat hingga 0,75%.
- US30 turun sekitar 0,07%, sementara US2000 melemah 0,15%.
Informasi Penting dari Sisi Korporasi
- Sektor Big Tech dan Magnificent Seven: Sentimen beragam terlihat di antara pemimpin megacap pada pembukaan sesi. Nvidia (NVDA) naik 1,4%. Alphabet (GOOGL) turun 0,6%, meskipun pada awal sesi sempat naik 0,5%. Microsoft (MSFT) menguat 0,9%, meskipun saham ini sedang menuju penutupan bulan terburuknya sejak Desember 2000. Tesla (TSLA) sempat turun hingga 1,5% pada pembukaan, tetapi saat ini sebagian besar penurunan tersebut sudah terhapus. Amazon (AMZN) melemah 0,4%.
- Sentimen terhadap sektor semikonduktor sedikit mereda setelah muncul laporan dari Taiwan. Lembaga pemerintah Taiwan menggeledah kantor Super Micro Computer terkait penyelidikan atas dugaan penyelundupan chip Nvidia ke China.
- Enphase Energy (ENPH) & SolarEdge (SEDG): Saham produsen teknologi surya AS naik kuat. Enphase Energy (ENPH) naik 2,5%, sementara SolarEdge (SEDG) menguat 5,7%. Kenaikan ini terjadi setelah laporan bahwa Federal Communications Commission (FCC) sedang menyiapkan draf larangan impor inverter asing ke Amerika Serikat.
- Air Products (APD): Saham Air Products naik 8,8%, meskipun perusahaan mengumumkan tidak akan melanjutkan proyek Louisiana Clean Energy Complex. Perusahaan juga akan mencatat write-off hingga $2,9 miliar pada kuartal fiskal ketiga terkait keputusan tersebut. Investor menilai keputusan untuk keluar dari proyek padat modal dan berisiko sebagai langkah positif.
- Comcast (CMCSA): Saham Comcast naik 0,8%, setelah sempat menguat lebih dari 2% pada awal perdagangan. Analis mempertahankan pandangan positif terhadap rencana spin-off aset media perusahaan, termasuk NBCUniversal dan Sky. Selain itu, Deutsche Bank menaikkan rekomendasi saham Comcast menjadi Buy dengan target harga $32.
- Strategy Inc. (MSTR): Saham MicroStrategy Inc. (MSTR) milik Michael Saylor turun 7,5% seiring harga Bitcoin turun di bawah level $60.000. Tekanan juga datang dari keputusan analis yang menurunkan target harga saham, terkait perubahan model pendanaan perusahaan dan pergeseran ke arah penjualan token.
Produsen DRAM Digugat di AS, Saham Memori Mulai Diuji
Daily summary: Wall Street Tertekan, Saham AI Masih Jadi Sorotan
IBM Kenalkan Chip 0,7 nm, Perkuat Prospek AI Jangka Panjang
Apple Naikkan Harga Produk, Biaya Memori AI Jadi Pemicu
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.