Futures indeks saham AS bergerak menguat hari ini menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) pukul 14:30.
US100 melonjak lebih dari 0,8% dan mendekati level 29.000, sementara US500 naik 0,6%.
Reli pasar terus didukung oleh musim laporan keuangan AS yang mencetak rekor, dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang meluas di seluruh perusahaan S&P 500.
Margin laba bersih kini naik ke level tertinggi dalam 15 tahun di angka 13,5%, sementara optimisme terhadap AI terus menopang sentimen pasar.
Estimasi pertumbuhan EPS untuk S&P 500 menunjukkan percepatan tajam pertumbuhan laba secara year-over-year dibanding 2025 yang sebelumnya sudah sangat kuat.
Pertumbuhan laba sektor teknologi diperkirakan mencapai 46% YoY dibanding hampir 28% tahun lalu.
Sektor energi dan material juga diproyeksikan mencatat kenaikan laba yang signifikan.
Menurut data Charles Schwab dan LSEG, hampir seluruh sektor — kecuali healthcare, finansial, dan industrial — diperkirakan akan melampaui laju pertumbuhan EPS tahun lalu secara signifikan.
Belanja CAPEX Raksasa Teknologi Terus Naik
Menurut BlackRock Investment Research, proyeksi CAPEX AI hyperscaler meningkat 25% dibanding Oktober tahun lalu.
Hal ini menjadi kabar positif bagi perusahaan semikonduktor dan infrastruktur AI karena menunjukkan ekspansi pasar yang terus berlanjut serta mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba ke depan.
Namun di sisi lain, perlambatan ekonomi yang signifikan tetap dapat memberi tekanan besar terhadap valuasi dan sentimen pasar.

Sumber: BlackRock
Forecast EPS Naik, Dominasi Big Tech Berlanjut
Analis menaikkan proyeksi EPS Q2 2026 untuk perusahaan S&P 500 sebesar 2,1% sepanjang April, meskipun secara historis estimasi biasanya direvisi turun di awal kuartal.
Dalam 20 tahun terakhir, rata-rata revisi EPS kuartalan di bulan pertama berada di -1,9%.
Kenaikan kali ini menjadi revisi naik terbesar sejak Q2 2021, ketika forecast meningkat 3,5% setelah pemulihan pasca pandemi.
Sektor energi mencatat kenaikan proyeksi laba terbesar, dengan revisi naik sebesar 45,1%.
Sementara itu, lima dari sebelas sektor justru mengalami penurunan ekspektasi, dengan sektor industrial menjadi yang terlemah setelah forecast turun hampir 3%.
Analis juga menaikkan proyeksi laba tahunan S&P 500 sebesar 3,4% sepanjang April.

Sumber: FactSet
Setelah laporan keuangan Big Tech dirilis, blended earnings growth rate untuk S&P 500 Q1 2026 melonjak menjadi 27,1% dari hanya 15% seminggu sebelumnya.
Ini menjadi pertumbuhan laba terkuat sejak akhir 2021.
Sektor dengan pertumbuhan laba tertinggi meliputi:
- Communication Services: +53,2%
- Technology: +50,0%
- Consumer Discretionary: +39,0%
Kenaikan ini terutama didorong perusahaan megacap.
Alphabet, Amazon, dan Meta sendiri menyumbang 71% dari total kenaikan pertumbuhan laba S&P 500 selama pekan terakhir musim earnings.
Alphabet mengejutkan pasar dengan pertumbuhan EPS lebih dari 90% di atas ekspektasi, sementara Meta dan Amazon melampaui konsensus masing-masing sebesar 56% dan 70%.
Proyeksi pertumbuhan laba Magnificent 7 kini naik menjadi 61%, dibanding ekspektasi 22,4% pada akhir Maret.
Hal ini menunjukkan besarnya dominasi saham megacap dalam siklus pasar saat ini.
Namun perlu dicatat bahwa hasil Alphabet, Amazon, dan Meta juga mendapat dukungan dari keuntungan akuntansi satu kali (one-off accounting gains).

Sumber: FactSet
Market wrap: Wall Street Tetap Naik Meski AS-Iran Saling Serang
Shell Lampaui Ekspektasi, Tapi Buyback Dipangkas
Wall Street Berbalik Turun Saat Risiko Iran Memanas
AMD Bukan Lagi Alternatif Murah di Era AI 🚀
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.