Pembukaan sesi Wall Street membawa kembalinya buyer setelah pelemahan kemarin. Meski laporan CPI Agustus menunjukkan tekanan yang masih persisten pada indikator Supercore, yang naik menjadi 3,01% YoY, serta pasar futures masih memperhitungkan probabilitas tinggi kenaikan suku bunga The Fed pada September, indeks saham AS justru bergerak menguat.
Perbaikan sentimen didukung oleh hasil bisnis cloud Oracle yang kuat serta koreksi tajam di pasar minyak. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran bahwa tekanan harga komoditas akan kembali memperburuk inflasi.
Tekanan Inflasi vs Respons Pasar Saham
CPI Agustus menunjukkan headline inflation naik 3,4% YoY atau 0,4% MoM. Core inflation berada di 2,4% YoY, sementara secara bulanan naik 0,3% MoM, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan.
Namun, sumber kekhawatiran utama datang dari Supercore CPI, yaitu inflasi jasa di luar komponen perumahan. Indikator tersebut berakselerasi menjadi 0,51% MoM, mendorong tingkat tahunannya menjadi 3,01%.
Reaksi pasar obligasi terjadi dengan cepat. Yield Treasury AS 10 tahun sempat menembus 5,0% sebelum kemudian kembali stabil di sekitar 4,92%.
Pasar futures juga dengan cepat menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter, dengan probabilitas langkah hawkish The Fed pada pertemuan September mendekati 90%. Meski yield masih tinggi, saham AS tetap bergerak menguat.
Salah satu faktor pendukungnya adalah penurunan tajam harga minyak. Brent dan WTI turun lebih dari 4,5% hari ini, sehingga membantu mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan kembalinya gelombang inflasi yang dipicu oleh komoditas.
Situasi indeks utama:
- US100 (Nasdaq-100): Futures naik lebih dari 1% dan kembali berada di atas level 29.400 poin. Sektor teknologi mencoba melanjutkan rebound setelah pelemahan kemarin, meski antusiasme terhadap beberapa saham AI masih relatif terbatas.
- US500 (S&P 500): Naik sekitar 0,9% menuju area 7.668 poin.
- US30 (Dow Jones): Menguat lebih dari 500 poin atau sekitar 0,95%.
- US2000 (Russell 2000): Indeks small-cap naik sekitar 0,9%, menunjukkan upaya untuk memulihkan pelemahan sebelumnya.

Berita Utama Perusahaan di Awal Sesi
- Oracle (ORCL.US): Saham naik lebih dari 2%, setelah sebelumnya sempat menguat sekitar 5–6% dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul laporan keuangannya. Revenue bisnis cloud Oracle kembali menunjukkan pertumbuhan kuat, didorong permintaan besar terhadap infrastruktur komputasi AI. Namun, setelah pembukaan yang kuat, saham mulai memangkas sebagian kenaikannya pada awal sesi.
- Adobe (ADBE.US): Saham turun lebih dari 2% setelah guidance revenue Q4 sebesar US$6,80–US$6,85 miliar berada sedikit di bawah konsensus pasar sekitar US$6,85 miliar. Guidance tersebut kembali memicu kekhawatiran investor mengenai meningkatnya kompetisi dari startup AI.
- Dell Technologies (DELL.US): Saham naik sekitar 7% setelah RBC Capital Markets memulai coverage dengan rating “Outperform” dan target harga US$640. Analis menyoroti kuatnya permintaan terhadap infrastruktur artificial intelligence sebagai salah satu katalis utama.
Oracle Kuat, Tapi Pasar Belum Sepenuhnya Yakin
Silicon Valley Mulai Panik Soal AI. Dan Itu Bukan Candaan.
Oracle: AI Tumbuh Kencang, Tapi Utang Jadi Risiko Utama
Stock of the Week: Broadcom Targetkan Revenue AI US$230 Miliar pada 2028
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.