- China menjatuhkan sanksi terhadap entitas AS yang terlibat dalam proyek galangan kapal Korea Selatan.
- Investor khawatir ketegangan dagang AS–China akan berlangsung lebih lama.
- Saham Goldman Sachs dan BlackRock melemah di pre-market meski hasil kuartalan kuat.
- China menjatuhkan sanksi terhadap entitas AS yang terlibat dalam proyek galangan kapal Korea Selatan.
- Investor khawatir ketegangan dagang AS–China akan berlangsung lebih lama.
- Saham Goldman Sachs dan BlackRock melemah di pre-market meski hasil kuartalan kuat.
Saham-saham AS melemah tajam setelah China memperdalam sengketa dagang dengan Amerika Serikat, memicu kembali kekhawatiran akan konfrontasi baru antara Beijing dan Washington. Ketegangan ini muncul ketika valuasi saham sudah berada di level tinggi setelah reli berbulan-bulan. China mengumumkan sanksi terhadap entitas AS yang terkait dengan salah satu galangan kapal terbesar Korea Selatan, serta memberi sinyal bahwa langkah tambahan dapat menyusul. Hal ini penting karena sebelumnya AS mengumumkan kerja sama militer dengan Korea Selatan dalam pembangunan kapal angkatan laut.
Fokus investor kini bergeser ke awal musim laporan keuangan, dengan saham BlackRock turun hampir 1% di perdagangan after-hours meski laporan keuangan Q3 menunjukkan kinerja solid. Saham Goldman Sachs juga turun 2% setelah rilis hasil serupa. Pelaku pasar kini mencermati seberapa lama investasi terkait AI dapat dipertahankan, serta dampak kenaikan tarif dagang dalam beberapa bulan mendatang. Indeks US100 turun 1% ke 24.600 poin, berusaha bertahan di atas EMA50. Jika menembus di bawah 24.300 poin, potensi koreksi lanjutan bisa terbuka lebih lebar.
Sumber: xStation5
Daily Summary: Harga minyak naik, reli bullish di Wall Street berlanjut
Indeks AS Naik, Harga Minyak Menguat
S&P 500 di rekor tertinggi 📈 Charles Schwab turun 4,5% meski laporan earnings kuat
Data makro AS kuat: klaim pengangguran lebih rendah dari perkiraan, Philly Fed naik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.