Pasar menghadapi tekanan jual yang kuat hari ini, dengan sentimen risk-off meluas ke berbagai kelas aset utama. Indeks saham bergerak turun tajam, dengan Dow Jones melemah lebih dari 1%, S&P 500 turun sekitar 1,4%, dan Nasdaq jatuh hampir 2,5%.
Penurunan Nasdaq menunjukkan tekanan yang sangat besar terhadap sektor teknologi. Tekanan jual juga terlihat di pasar mata uang kripto dan logam karena investor mengurangi eksposur terhadap aset yang dinilai lebih berisiko.
Pendorong utama pergerakan pasar hari ini adalah komentar terbaru Donald Trump mengenai Iran.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan serangan besar yang skalanya lebih luas daripada tindakan apa pun yang pernah dilakukan sebelumnya. Ia juga menyatakan hampir mengambil keputusan.
Pasar menafsirkan komentar tersebut sebagai peningkatan yang jelas dalam risiko eskalasi militer di Timur Tengah.
Selain itu, muncul laporan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran mengonfirmasi berlanjutnya penutupan Selat Hormuz. Sejumlah besar kapal disebut masih menunggu izin untuk melintas.
Reaksi terkuat terlihat di pasar minyak, dengan harga melonjak akibat kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan tersebut.
Penutupan kembali Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran mengenai ketersediaan minyak dan dampak pembatasan aliran terhadap harga minyak mentah global.
Pasar saat ini mulai memperhitungkan skenario eskalasi lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan tambahan pada harga minyak, memperkuat tekanan inflasi, dan semakin memperburuk sentimen pasar global.
Sumber: xStation5
Daily Summary: Wall Street Jatuh, Minyak Tembus $100
US Open: Wall Street Tertekan, Minyak Mendekati $100
Serangan Houthi Dorong Harga Minyak
Market Wrap: Konflik Memanas, Big Tech Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.