Baca selengkapnya
00.46 · 8 Mei 2026

Wall Street Berbalik Turun Saat Risiko Iran Memanas

Faktor Utama yang Mendorong Volatilitas

Tema dominan dalam sesi perdagangan kali ini adalah perkembangan cepat terkait Selat Hormuz dan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran. Pada pagi hari, pasar sempat menguat berkat optimisme setelah Axios melaporkan bahwa kedua pihak hampir menyepakati memorandum damai satu halaman berisi 14 poin. Namun pada sore hari, tanda-tanda eskalasi baru kembali muncul. Seorang pejabat anonim pemerintah AS mengonfirmasi bahwa jika Donald Trump kembali dari China tanpa kesepakatan, maka opsi militer akan kembali dipertimbangkan. Arab Saudi dan Kuwait juga mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS, membuka jalan bagi dimulainya kembali Operasi “Project Freedom” akhir pekan ini. Langkah tersebut memicu rebound tajam harga minyak dan menghapus seluruh pelemahan sebelumnya.

Geopolitik

Pemerintahan Trump kembali melanjutkan operasi pengawalan kapal dagang melalui Selat Hormuz dengan dukungan udara dan laut setelah Arab Saudi dan Kuwait membuka kembali akses pangkalan militer mereka. Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Teheran sedang menganalisis proposal AS, namun hingga kini belum memberikan respons resmi. Isu utama terkait pengayaan uranium juga masih belum terselesaikan. Pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan berlangsung minggu depan, di mana isu tarif perdagangan, Taiwan, dan sanksi terhadap chip China akan menjadi agenda utama. Hal ini menjadi sumber ketidakpastian geopolitik tambahan bagi pasar global.

Indeks Saham

S&P 500 sempat mencetak rekor intraday baru selama sesi perdagangan, namun akhirnya ditutup turun sekitar 0,3%. Dow Jones kehilangan lebih dari 260 poin atau sekitar 0,5%. Nasdaq Composite juga sempat mencetak rekor tertinggi baru sebelum akhirnya ditutup mendekati level netral, ditopang kekuatan sektor teknologi dan AI. Indeks SOX (semikonduktor) telah naik lebih dari 60% sepanjang tahun ini, menegaskan bahwa sektor teknologi masih menjadi pemimpin utama pasar saham global.

Sebaliknya, indeks Eropa mengalami tekanan besar:

  • DE40 turun 1,84%
  • ITA40 melemah 1,96%
  • EU50 turun 1,98%

Saham

Datadog (DDOG):

  • Saham Datadog melonjak lebih dari 22% setelah laporan keuangan yang sangat kuat.

  • Pendapatan naik 32% YoY menjadi lebih dari $1 miliar untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.

  • Datadog juga menaikkan forecast pendapatan tahunan menjadi $4,30 miliar dibanding konsensus pasar sebesar $4,10 miliar.

Fortinet (FTNT)

  • Fortinet naik lebih dari 15% setelah menaikkan guidance billings tahunan menjadi $8,8–9,1 miliar.

  • Pasar menilai hal ini sebagai bukti bahwa belanja cybersecurity perusahaan masih sangat solid.

McDonald’s (MCD)

  • McDonald’s melampaui ekspektasi EPS sebesar $2,83 dibanding estimasi $2,75, serta mencatat pendapatan $6,52 miliar (+9,4% YoY).

  • Namun metrik utama comparable sales global hanya tumbuh 3,8%, sedikit di bawah ekspektasi.

  • Pertumbuhan tersebut lebih banyak didorong kenaikan nilai transaksi dibanding peningkatan jumlah pelanggan, sehingga saham gagal mempertahankan kenaikan awal lebih dari 3%.

Komoditas

  • Harga minyak bergerak sangat volatil.

  • WTI sebelumnya sempat turun lebih dari 5% karena harapan tercapainya kesepakatan damai, namun setelah muncul laporan terkait dimulainya kembali “Project Freedom” dan perubahan sikap Arab Saudi serta Kuwait, harga minyak langsung rebound tajam.

  • WTI kembali diperdagangkan di atas $95 per barel, sementara Brent kembali di atas $100 per barel.

  • Pergerakan serupa juga terlihat pada emas dan perak yang mulai memangkas kenaikan setelah reli kuat sebelumnya.

  • Arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran.

 

7 Mei 2026, 23.21

Iran resmikan kontrol atas Selat Hormuz?⚓

7 Mei 2026, 20.50

AMD Bukan Lagi Alternatif Murah di Era AI 🚀

7 Mei 2026, 20.46

US Open: Saham Teknologi Naik Saat Minyak Anjlok

7 Mei 2026, 15.35

SLV ETF Dekati Breakout, Tapi Risiko Fakeout Masih Tinggi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.