Kontrak berjangka S&P 500 memangkas kerugian dari sekitar -1% menjadi sekitar -0,2%, sementara indeks spot S&P 500 berbalik dari penurunan awal dan naik hampir 0,1% setelah sumber dari Iran mengindikasikan bahwa Washington telah memulai pendekatan diplomatik dan Teheran bersedia mempertimbangkan proposal realistis untuk mengakhiri konflik. Meskipun belum ada negosiasi formal, Iran telah memberi sinyal keterbukaan terhadap solusi yang akan:
-
melindungi kepentingan nasionalnya,
-
menjamin bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir,
-
memungkinkan penggunaan energi nuklir secara damai,
-
serta mengarah pada pencabutan sanksi.
Pada saat yang sama, Iran tampak mengirimkan sinyal yang campuran. Di satu sisi, mereka mengakui kemungkinan adanya pembicaraan; di sisi lain, secara resmi membantah adanya negosiasi langsung dan tetap mempertahankan sikap publik yang relatif keras. Kemungkinan besar, diskusi informal dengan AS sudah berlangsung, namun Teheran perlu menjaga citra domestik dan di antara sekutunya, sehingga muncul pesan yang saling bertentangan.
Reaksi positif di pasar saham menunjukkan bahwa investor masih melihat skenario de-eskalasi bertahap sebagai katalis utama bagi potensi rebound. Namun, hasil akhirnya tetap tidak pasti. AS tampaknya bernegosiasi dari posisi yang kuat, sementara Iran masih memiliki kemampuan untuk meningkatkan biaya konflik bagi Donald Trump dan Partai Republik. Sementara itu, kondisi di pasar bahan bakar tetap ketat. Shell mengindikasikan bahwa tanda-tanda awal gangguan pasokan dapat mulai muncul di pasar bahan bakar Eropa paling cepat pada bulan April.

ETF SPY (SPDR S&P 500 ETF Trust) naik sekitar 0,6% pada sesi hari ini. Sumber: xStation5
Market Wrap: Pasar Membeku Saat KTT AS-China Dimulai
Daily Summary: Inflasi Panas dan Menanti Kabar dari Beijing
US OPEN: Wall Street Melemah, Pasar Pantau Trump dan Xi
US Open: Pasar Respons Inflasi AS Lebih Tinggi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.