Baca selengkapnya
00.42 · 1 Mei 2026

Wall Street Dekati Rekor, Pasar Global Menguat

  • Sesi Eropa ditutup dengan penguatan di seluruh indeks utama, meskipun volatilitas di pasar minyak masih tinggi dan sikap bank sentral tetap berhati-hati. FTSE 100 naik 1,6% setelah Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya. DAX Jerman menguat 1,4%, sementara CAC 40 Prancis naik 0,5% setelah ECB memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga.
  • Keputusan ECB dan Bank of England mencerminkan pola kehati-hatian bank sentral secara global, mengikuti langkah sebelumnya dari Federal Reserve dan Bank of Japan yang juga mempertahankan kebijakan. Di Asia, sentimen lebih lemah: Hang Seng Hong Kong turun 1,3%, sementara indeks Shanghai naik tipis 0,1% setelah data menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur di China.
  • Pasar minyak tetap sangat volatil, dengan harga Brent melonjak semalam akibat kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan terkait konflik dengan Iran. Kontrak Brent bulan Juli yang paling aktif sempat naik ke $114,70 per barel sebelum terkoreksi ke sekitar $107 dan stabil di kisaran $110,03, turun 0,4%. Harga Brent masih jauh di atas level sebelum perang, ketika minyak diperdagangkan di sekitar $70 per barel.
  • Wall Street bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa, didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang kuat meskipun harga minyak tinggi dan ketidakpastian makroekonomi. S&P 500 naik 0,6% dan berada sedikit di atas rekor awal pekan ini, sementara Dow Jones naik 732 poin atau 1,5%. Nasdaq Composite naik lebih terbatas, sekitar 0,2%, karena tekanan pada beberapa saham teknologi besar.
  • Alphabet naik 7,5% setelah melaporkan earnings yang hampir dua kali lipat dari ekspektasi analis. Caterpillar, Eli Lilly, dan Royal Caribbean juga menguat setelah hasil yang lebih baik dari perkiraan. Sebaliknya, Meta Platforms turun 8,9% meskipun hasil kuat, karena investor fokus pada peningkatan belanja modal terkait AI. Microsoft turun 5,5% setelah menaikkan proyeksi capex, meskipun analis menyoroti momentum yang membaik pada segmen Azure. Amazon juga turun hampir 1,5% meskipun melampaui ekspektasi, menunjukkan bahwa kejutan positif saja tidak cukup pada valuasi yang tinggi.
  • Yield obligasi AS melemah seiring penurunan harga minyak, dengan yield 10 tahun turun ke 4,39% dari 4,42%. Data makro AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan pada Q1, sementara indikator inflasi untuk Maret memburuk sesuai ekspektasi. Data pasar tenaga kerja tetap relatif kuat, dengan klaim pengangguran awal menurun, menunjukkan PHK masih terbatas meskipun beberapa perusahaan mengumumkan pengurangan tenaga kerja.
  • Emas dan perak mencatat kenaikan solid seiring pelemahan dolar AS, sementara EURUSD naik lebih dari 0,5% menuju 1,173. Bitcoin bergerak lebih hati-hati dan tetap di sekitar $76.000, mencerminkan appetite risiko yang masih terbatas di pasar kripto.
 

 

1 Mei 2026, 12.00

Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan

1 Mei 2026, 01.31

Powell Tegaskan Ketidakpastian, The Fed Tetap Wait & See

30 April 2026, 19.35

Data Inflasi AS Naik, Dolar Melemah di Tengah Tekanan Ekonomi

30 April 2026, 13.39

Kalender Ekonomi: Bank Sentral Dominasi Pasar Global

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.