Sesi terakhir dari minggu yang penuh gejolak di Wall Street dimulai dengan suasana yang lebih tenang dan optimisme yang berhati-hati. Sejak titik terendah pada 31 Maret, indeks utama AS telah pulih sekitar 9%, kembali ke level sebelum dimulainya perang di Iran, meskipun prospek perdamaian di kawasan tersebut masih belum jelas. Hari ini, sebagian besar kontrak berjangka pada indeks utama bergerak di sekitar level pembukaan, dengan kenaikan terbatas sekitar 0,2%.
Meskipun harga minyak tetap mendekati level $100 per barel, pasar tampaknya mulai mengalihkan fokus kembali ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan.
Pada saat yang sama, minggu depan menandai dimulainya musim laporan keuangan (earnings season). Sektor keuangan akan menjadi yang pertama melaporkan kinerja, dengan laporan dari Goldman Sachs dan FB Financial dijadwalkan pada hari Senin.
Data Makroekonomi
Bureau of Labor Statistics merilis data inflasi AS untuk bulan Maret. Sesuai dengan ekspektasi pasar, pertumbuhan harga meningkat secara signifikan di tengah konflik Iran, namun hasil akhirnya sedikit di bawah konsensus pasar. Terlihat pula perbedaan yang jelas antara inflasi headline dan core, yang menunjukkan kategori konsumsi mana yang menjadi pendorong utama kenaikan harga.
-
Inflasi CPI (YoY): 3,3% (perkiraan: 3,4%; sebelumnya: 2,4%)
-
Inflasi Core CPI (YoY): 2,6% (perkiraan: 2,7%; sebelumnya: 2,5%)

Sumber: xStation5
Berita Perusahaan
-
Nike (NKE.US): Perusahaan menerima rekomendasi negatif dari sebuah firma investasi. Saham turun sekitar 1%.
-
Palantir Technologies (PLTR.US): Salah satu penyedia solusi AI terkemuka untuk pemerintah dan perusahaan besar kembali mengalami penurunan signifikan. Saham melemah terutama karena kekhawatiran terhadap persaingan dari solusi Anthropic.
-
CrowdStrike (CRWD.US) dan Palo Alto Networks (PANW.US): Keduanya kembali melemah di tengah kekhawatiran terhadap kemampuan model “Claude Mythos” dari Anthropic.
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
Intel Melonjak 11% Berkat AI & Kemitraan Google📈
Apakah Kita Menuju Pertarungan Raksasa untuk Orbit?
Tesla (TSLA) Turun Lebih dari 3%
Kebocoran Anthropic dan aksi jual di sektor Cybersecurity