Baca selengkapnya
00.39 · 29 April 2026

Wall Street Tertekan Sentimen AI dan Geopolitik

  • Sesi AS didominasi oleh kekhawatiran terkait keberlanjutan profitabilitas perusahaan AI. Sentimen juga tampaknya melemah akibat kebuntuan dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Kontrak berjangka indeks Wall Street bergerak lebih rendah. NASDAQ 100 dan Russell 2000 mencatat penurunan terbesar, masing-masing turun lebih dari 1%. S&P 500 dan Dow Jones menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik.
  • Uni Emirat Arab secara resmi mengumumkan keluar dari kartel OPEC dan OPEC+.
  • Conference Board merilis data sentimen konsumen, yang secara tak terduga naik ke 92,8 dibandingkan ekspektasi 89,3.
  • CNN melaporkan bahwa harga rata-rata bensin per galon meningkat menjadi $4,18—level tertinggi dalam empat tahun.
  • Informasi mengenai hasil OpenAI yang mengecewakan telah muncul ke publik. Salah satu pemimpin dalam perlombaan revolusi AI dilaporkan tidak mencapai target dari sisi pendapatan dan jumlah pengguna. Hal ini memicu gelombang pesimisme dan kekhawatiran di pasar secara luas—penurunan terbesar terjadi pada perusahaan yang paling bergantung pada keberhasilan perusahaan tersebut. CoreWeave dan Oracle turun sekitar 5%.
  • Spotify melaporkan hasil yang kuat, namun pasar kecewa dengan guidance penurunan profit di Q2. Sahamnya turun dalam dua digit.
  • UPS turun lebih dari 3% meskipun hasilnya solid, karena investor kecewa dengan target keuangan perusahaan yang konservatif.
  • Coca-Cola melampaui ekspektasi pasar dan menaikkan outlook untuk periode pelaporan mendatang. Sahamnya naik lebih dari 5%.
  • General Motors mencatat hasil yang kuat, jauh melampaui ekspektasi, namun sentimen tetap dingin setelah perusahaan secara signifikan menaikkan proyeksi biaya terkait tarif. Saham ditutup mendekati harga pembukaan.
  • Bed Bath & Beyond melaporkan hasil—kerugian jauh lebih kecil dari perkiraan. Saham sempat melonjak lebih dari 25%, kemudian berbalik arah dan menutup sesi turun sekitar 7%.
  • Sentimen di bursa Eropa beragam dan lebih moderat dibandingkan AS, meskipun tetap condong ke arah negatif. Kawasan ini menghadapi berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, terutama terkait harga bahan bakar. Indeks pan-Eropa EURO STOXX 50 turun sekitar 0,4%.
  • Di komoditas pertanian, gandum mencatat kenaikan terbesar—terutama karena kekhawatiran terhadap produksi pangan akibat potensi masalah ketersediaan pupuk.
  • Harga minyak naik sekitar 2,5%. Brent mencapai $104, sementara WTI berada di atas $100 per barel.
  • Penurunan mendominasi di sektor logam. Aluminium dan tembaga turun lebih dari 1%, sementara perak dan emas melemah sekitar 2%.
28 April 2026, 21.34

US OPEN: Kekhawatiran terhadap OpenAI menekan seluruh pasar

28 April 2026, 21.00

Saham Pertahanan Militer AS Diuntungkan Konflik Iran

27 April 2026, 17.17

Risiko Iran Kembali Dorong Volatilitas

24 April 2026, 19.01

Indeks mencoba pulih berkat harapan negosiasi AS-Iran 📈

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.