23.53 · 18 Agustus 2026

Apple Naik 1,5% Saat Nasdaq Turun, Jadi Trade Anti-AI?

Saham Apple (AAPL.US) naik sekitar 1,5% meski indeks Nasdaq 100 terus melemah (US100: -1,4%). Saham mendapat dukungan dari penyelesaian sengketa perusahaan dengan Komisi Eropa yang baru diumumkan, serta arus keluar dari sektor-sektor berbasis AI di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap utang dan inflasi.

Perusahaan mengumumkan revisi terhadap ketentuan developer di Uni Eropa untuk menyelesaikan sengketa antitrust yang sedang berlangsung berdasarkan Digital Markets Act, setelah sebelumnya dikenai denda sebesar EUR500 juta.

Mulai berlaku pada 1 Oktober, perubahan tersebut menyatukan ketentuan developer dalam satu kerangka, menyesuaikan tingkat komisi, serta memperkenalkan perlindungan yang melarang aplikasi mengarahkan pengguna berusia di bawah 13 tahun keluar dari App Store untuk melakukan pembayaran eksternal.

Perubahan tersebut ditujukan untuk memenuhi mandat regulasi Uni Eropa yang mewajibkan platform mengizinkan distribusi aplikasi alternatif dan memungkinkan pelanggan diarahkan tanpa hambatan ke opsi pembelian pihak ketiga.

Komisi Eropa menyambut baik penyesuaian tersebut dan berencana mengawasi implementasinya. Langkah ini membantu Apple menghindari potensi penalti atas ketidakpatuhan yang dapat mencapai 10% dari revenue tahunan global.

Analisis Teknikal: AAPL.US (D1)

Saham Apple sedang membangun pemulihan yang stabil setelah menemukan support kuat di zona demand yang disorot, dekat level Fibonacci retracement 61,8% di sekitar US$300.

Area tersebut bertahan setelah pullback pasca laporan keuangan yang dipicu kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan dari China. Yang paling penting, harga masih mampu bertahan di atas EMA 100 hari yang menanjak di US$298,53, sehingga tren bullish utama tetap terjaga.

Saat ini, harga sedang bergerak di atas level retracement 50,0% di US$309,11 serta EMA10 di US$309,06, dan mendekati pengujian langsung terhadap EMA 30 hari di US$312,15.

Breakout yang bersih di atas resistance dinamis tersebut dapat membuka jalan menuju US$317,46, yang bertepatan dengan level Fibonacci 38,2%.

Sumber: xStation5

 

Apakah Apple Masih Valid sebagai Trade "Anti-AI"?

Kenaikan saham Apple hari ini juga menyoroti perannya yang semakin besar sebagai hedge terhadap tren AI yang lebih luas.

Saham Apple diperdagangkan di zona hijau ketika perusahaan semikonduktor dan memory berkapitalisasi besar kembali berada di bawah tekanan risk-off. Nvidia turun 2,3%, ASML turun 4,6%, SK Hynix turun 8,3%, dan SanDisk melemah 8,6% karena kenaikan yield obligasi menekan risk premium saham teknologi.

Divergensi ini pertama kali menjadi lebih jelas selama aksi jual saham AI menjelang FOMC. Alih-alih mengalokasikan belanja modal besar-besaran untuk membangun infrastruktur komputasi proprietary, Apple memilih pendekatan melalui kemitraan strategis. Strategi ini mendorong korelasi saham Apple dengan sektor semikonduktor masuk ke wilayah negatif.

Namun, positioning tersebut tetap memiliki trade-off.

Lonjakan permintaan yang didorong AI telah meningkatkan biaya komponen memory, yang berpotensi menekan margin hardware menjelang sejumlah peluncuran produk penting.

Selain itu, dengan valuasi sekitar 32 kali forward earnings dan pertumbuhan penjualan yang mulai melambat, Apple menghadapi scrutiny valuasi yang semakin besar sekaligus serangkaian penurunan rekomendasi dari analis.

Meski demikian, investor bullish menilai neraca Apple yang sangat kuat, program buyback agresif, serta semakin rendahnya keterkaitan saham dengan siklus chip membuat AAPL menarik sebagai defensive haven ketika sentimen terhadap belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI mulai melemah.

Return Year-to-Date Apple dan futures Nasdaq 100. Keduanya mengalami divergensi tajam pada Juli, yang menunjukkan kapasitas Apple sebagai hedge terhadap trade AI. Sumber: XTB Research

19 Agustus 2026, 00.50

Daily Summary: Nasdaq Turun 1,6%, Saham Chip Tertekan

18 Agustus 2026, 21.25

US Open: Nasdaq Turun 1,3% di Tengah Eskalasi AS-Iran

18 Agustus 2026, 16.50

PepsiCo Pangkas Harga Doritos, Tapi Konsumen AS Belum Kembali

18 Agustus 2026, 13.27

Investor Tolak Merger AstraZeneca-Bristol Myers

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.