Nonfarm Payrolls atau NFP naik sebesar 57 ribu, jauh di bawah perkiraan 113 ribu dan angka sebelumnya sebesar 172 ribu.
-
Tingkat pengangguran AS turun ke 4,2%, lebih baik dari ekspektasi 4,3%, dengan angka sebelumnya juga berada di 4,3%.
-
Initial Jobless Claims tercatat sebesar 215 ribu, sedikit lebih baik dari ekspektasi 218 ribu dan tidak berubah dari angka sebelumnya sebesar 215 ribu.
-
Average Hourly Earnings secara tahunan naik 3,5%, di atas perkiraan 3,4%, dengan angka sebelumnya sebesar 3,4%.
-
Private Payrolls hanya meningkat 49 ribu, meleset dari ekspektasi 107 ribu dan turun dari angka sebelumnya sebesar 120 ribu.
-
Continuing Jobless Claims turun menjadi 1,814 juta, sedikit di bawah perkiraan 1,820 juta dan angka sebelumnya sebesar 1,821 juta.
-
Average Workweek tetap tidak berubah di 34,3 jam, sesuai dengan ekspektasi.
-
Average Hourly Earnings secara bulanan naik 0,3%, sesuai dengan perkiraan dan angka sebelumnya.
-
Manufacturing Payrolls naik 3 ribu, sesuai ekspektasi, tetapi lebih rendah dari angka sebelumnya sebesar 7 ribu.
-
Labor Force Participation Rate turun ke 61,5%, di bawah perkiraan 61,8% dan angka sebelumnya.
-
Government Payrolls turun 8 ribu, setelah mencatat kenaikan 52 ribu pada bulan sebelumnya.
US100 menguat setelah rilis data makro AS, yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja sedikit lebih lemah dari ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran masih sangat rendah dan berada di bawah perkiraan pasar.
Sumber: xStation5
Daily Summary: Indeks Stabil, Pasar Menanti Alphabet dan Tesla
Minyak Dekati $95, Konflik AS-Iran Memanas
Rally Minyak Menguat di Tengah Konflik
Market Wrap: Nasdaq Naik, Minyak Brent Tembus $92
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.