- Sesi Wall Street pada Kamis juga membawa penurunan moderat, dengan Dow Jones menjadi yang paling tertekan setelah saham Walmart jatuh lebih dari 8% usai laporan keuangan. Futures US30 turun hampir 1%, S&P 500 melemah 0,55%, sementara Nasdaq 100 turun lebih dari 0,7%.
- Investor kembali dibuat khawatir oleh penguatan dolar AS dan rebound yield Treasury, yang menghapus sebagian besar penurunan kemarin setelah intervensi US Treasury di pasar obligasi. Futures Brent (OIL) diperdagangkan di atas US$93,5 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli.
- Saham SpaceX menarik perhatian setelah turun lebih dari 6%. Moderna juga turun 25% setelah kemarin melonjak lebih dari 100% menyusul kabar hasil positif terapi kanker mRNA yang dikembangkan bersama Merck.
- Data AS secara umum masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang solid dan aktivitas manufaktur yang lebih kuat. Initial jobless claims turun menjadi 206 ribu dibandingkan ekspektasi 210 ribu, meskipun continuing claims naik menjadi 1,799 juta dibandingkan perkiraan 1,788 juta. Philadelphia Fed Business Index melonjak menjadi 47,4 dari 41,4, jauh di atas konsensus 25. CB Leading Index juga naik 0,2% MoM dibandingkan ekspektasi 0,1% dan penurunan sebelumnya 0,2%. Secara keseluruhan, data ini belum memberikan alasan kuat bagi The Fed untuk segera melonggarkan kebijakan.
- Alberto Musalem dari The Fed belum ingin mengambil kesimpulan lebih awal mengenai keputusan September. Ia menegaskan bahwa saat ini belum memiliki pandangan kuat mengenai arah langkah berikutnya. Namun, Musalem mengatakan inflasi inti tetap penting dalam kondisi supply shock dan kenaikan suku bunga lebih awal dapat mengurangi kebutuhan pengetatan yang lebih besar di kemudian hari. Menurutnya, peluang mencapai target inflasi 2% lebih kecil pada level suku bunga saat ini, sehingga komentarnya bernada hati-hati dan sedikit hawkish.
- Lelang TIPS tenor 30 tahun cukup kuat. Yield sebesar 2,973% berada di bawah WI 2,991%, sementara bid-to-cover meningkat menjadi 2,82 dan porsi indirect bidders mencapai 84,4%, menunjukkan permintaan yang solid dari investor besar. Meski demikian, real yield mendekati 3% tetap tinggi dan masih menciptakan kondisi valuasi yang menantang bagi saham growth dan teknologi.
- Nvidia mengumumkan chip AI baru untuk pasar China, dengan pengiriman awal dalam volume kecil kepada pelanggan lokal diperkirakan dimulai sebelum akhir tahun.
- Menurut pernyataan US CENTCOM, pesawat MV-22B Osprey beroperasi dari USS Boxer saat kapal tersebut melintasi Laut Arab dan melanjutkan blokade AS terhadap Iran. Hingga 20 Agustus, pasukan AS telah mengalihkan 67 kapal komersial, menonaktifkan 3, dan menaiki 2 kapal untuk memastikan kepatuhan.
- Menteri Keuangan AS Scott Bessent kembali menegaskan kebijakan strong dollar dan mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lemah tetap menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas keuangan. AS ingin mendorong agenda pertumbuhan global dan kembali menempatkan isu pertumbuhan serta utang sebagai fokus utama G20. Untuk Iran, pesannya jauh lebih keras: tekanan ekonomi maksimum, sanksi sekunder terhadap negara yang tetap berbisnis dengan Tehran, serta isolasi ekonomi terkoordinasi untuk mengurangi risiko eskalasi militer baru. Jika pembicaraan dengan Iran dan China menunjukkan kemajuan, AS dapat mempertimbangkan pelonggaran sebagian sanksi minyak.
- Bessent juga mengatakan ada kemungkinan besar defisit fiskal AS sudah mencapai puncaknya, meskipun sementara meningkat akibat refund tarif. Ia menegaskan bahwa AS tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi untuk keluar dari masalah utang dan mengatakan pengumuman kebijakan fiskal dapat datang pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.
- Dow Jones masih relatif dekat dengan rekor tertingginya, sekitar 1,9% di bawah ATH.
Sekitar 70% saham dalam indeks juga masih diperdagangkan di atas SMA200, menunjukkan bahwa struktur jangka menengah masih cukup sehat meskipun sesi hari ini lebih lemah.
Masalah yang lebih jelas justru berasal dari valuasi.
Trailing P/E sebesar 24,9x, EV/EBITDA 21,6x, dan P/B 8,2x menunjukkan bahwa investor sudah membayar premium yang cukup besar untuk kualitas perusahaan dalam DJIA.
Artinya, ruang untuk mengecewakan menjadi semakin kecil.
Rotasi sektor juga terlihat cukup jelas. Healthcare dan energy bertahan lebih baik, sementara industrials menekan indeks, sejalan dengan kenaikan yield dan biaya modal.
Pada valuasi seperti saat ini, kenaikan Dow Jones berikutnya akan semakin bergantung pada pertumbuhan laba yang nyata, bukan sekadar ekspansi valuasi.

Hari ini, pelemahan Dow juga tidak terjadi secara merata.
Walmart turun sekitar 8,8%, Boeing 3,0%, Home Depot 2,4%, dan American Express 1,8%.
Sebaliknya, Coca-Cola naik 1,6%, Travelers 1,2%, sementara Chevron dan McDonald's masing-masing menguat sekitar 0,9%.
Perbedaan valuasinya cukup mencolok.
Walmart diperdagangkan di sekitar 40,3x earnings dan Boeing di 72,3x, sementara Travelers hanya sekitar 9,2x dan Goldman Sachs 14,5x.
Pasar dengan demikian terlihat semakin agresif menghukum saham yang sebelumnya sudah diperdagangkan dengan ekspektasi sangat tinggi.

Sumber: XTB Research
Minyak Menuju US$100?
US Open: Yield Naik, Pasar Mulai Menghukum Valuasi Mahal
Walmart Naikkan Proyeksi, Kenapa Sahamnya Malah Jatuh 6%?
Yield Naik Lagi, Wall Street Mulai Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.