MercadoLibre (MELI) mencatat pertumbuhan pendapatan 45% secara tahunan menjadi US$10,75 miliar pada kuartal III 2026, tetapi laba operasionalnya justru menurun akibat investasi logistik, gratis ongkir, dan pemasaran. Di balik tekanan margin tersebut, perusahaan e-commerce dan fintech asal Amerika Latin ini sedang bertaruh bahwa pelanggan yang semakin sering berbelanja akan menghasilkan keuntungan lebih besar dalam jangka panjang.
Pendapatan Melonjak 45%, tetapi Margin Operasional Menyusut
MercadoLibre melaporkan laba operasional sebesar US$676 juta pada 4 November, turun sekitar 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun pendapatan tumbuh pesat. Margin operasional menyusut dari sekitar 9,8% menjadi 6,3%, mencerminkan biaya pengiriman gratis, perluasan fasilitas pemenuhan pesanan (fulfillment), dan peningkatan belanja pemasaran di Brasil.
|
Indikator |
Q3 2025 |
Q3 2026 |
|---|---|---|
|
Pendapatan dan pendapatan keuangan |
US$7,41 miliar |
US$10,75 miliar |
|
Laba operasional |
US$724 juta |
US$676 juta |
|
Margin operasional |
9,8% |
6,3% |
Namun, tekanan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan bisnis karena perusahaan sengaja memperluas kapasitas logistik hampir 20% secara kuartalan untuk mengantisipasi pertumbuhan pesanan. Sementara itu, laba bersih masih meningkat sekitar 6% menjadi US$448 juta, menunjukkan bahwa penurunan profitabilitas terutama terlihat pada tingkat operasional.
Gratis Ongkir Membuat Pelanggan Lebih Aktif, tetapi Belum Lebih Menguntungkan
Strategi MercadoLibre menurunkan batas minimum transaksi untuk mendapatkan gratis ongkir mulai memperlihatkan perubahan perilaku konsumen, terutama di Brasil, ketika jumlah barang yang dibeli per pelanggan tumbuh 16% YoY. Perusahaan juga mencatat tingkat retensi lebih baik pada kelompok pelanggan baru yang bergabung setelah perubahan kebijakan tersebut, mengindikasikan bahwa gratis ongkir dapat membentuk kebiasaan belanja yang lebih konsisten.
Menariknya, biaya pengiriman per paket di Brasil sudah turun 5% YoY, tetapi margin bersih pengiriman sebagai persentase Gross Merchandise Value (GMV) justru memburuk sekitar 200 basis poin sejak kuartal I 2025. Penyebabnya adalah pelanggan semakin sering membeli barang berharga rendah dalam pesanan terpisah, sehingga MercadoLibre harus mengirim lebih banyak paket dengan pendapatan ongkir yang lebih kecil.
Meski demikian, kategori pengiriman gratis ekonomis untuk transaksi R$19–79 di Brasil mulai menghasilkan kontribusi variabel positif secara agregat pada September. Perkembangan ini menunjukkan adanya kemajuan efisiensi, tetapi belum membuktikan bahwa seluruh biaya logistik dan fasilitas fulfillment telah tertutup.
Mercado Pago Bisa Memperkuat Ekosistem, tetapi Risiko Kredit Meningkat
Potensi keuntungan jangka panjang MercadoLibre tidak hanya berasal dari marketplace, melainkan juga dari integrasi dengan Mercado Pago melalui pembayaran digital, layanan perbankan, kredit, dan periklanan. Pengguna yang aktif berbelanja sekaligus menggunakan layanan keuangan perusahaan menghasilkan rata-rata pendapatan per pengguna 3–4 kali lebih besar daripada pengguna satu layanan saja, sementara jumlah pengguna gabungan tersebut tumbuh 33% YoY.
Namun, hubungan ini belum membuktikan bahwa subsidi gratis ongkir secara langsung mendorong penggunaan Mercado Pago, sehingga manfaat ekonominya masih perlu diuji melalui pertumbuhan laba dan margin. Di sisi lain, portofolio kredit Mercado Pago telah mencapai sekitar US$17,9 miliar, naik 62% YoY, dengan rasio pinjaman bermasalah berumur 15–90 hari sebesar 7,0% yang relatif stabil.
Ekspansi kredit membuka sumber pendapatan baru, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian pinjaman dan biaya pendanaan jika kondisi ekonomi melemah. Bagi investor MELI, pertanyaan utamanya bukan apakah gratis ongkir berhasil meningkatkan transaksi, melainkan apakah pertumbuhan pengguna dan efisiensi logistik pada akhirnya mampu memulihkan margin tanpa harus mengurangi daya saing perusahaan.
US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan
Laba Uber Naik, Saham Masih Tertekan
Blue Wave: Demokrat Menang Telak, Saham AI Terancam?
Qualcomm Bidik AI, Bisakah Gantikan Bisnis Smartphone?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.