Pekan sebelumnya membawa gejolak terkait utang AS ke pasar, yang terlihat jelas memengaruhi valuasi aset seperti dolar AS dan emas. Meski suasana liburan musim panas masih terasa, akhir Agustus berpotensi menghadirkan volatilitas yang lebih tinggi di pasar keuangan global.
Perhatian investor tertuju pada tiga peristiwa utama: symposium Jackson Hole yang dimulai pada Kamis, laporan keuangan Nvidia pada Rabu, dan rilis data PCE AS untuk Juli. Dalam konteks ini, investor terutama perlu mengamati pasar seperti US100 atau futures Nasdaq 100 dan emas (GOLD).
US100 (Nasdaq 100 fut.)
Indeks yang mencakup perusahaan teknologi utama menghadapi ujian fundamental penting. Laporan Nvidia pada Rabu akan menunjukkan apakah permintaan terhadap solusi kecerdasan buatan masih mampu membenarkan valuasi perusahaan yang tinggi.
Laporan keuangan Nvidia berulang kali menjadi katalis pasar dan menentukan arah pergerakan Wall Street secara lebih luas. Kinerja perusahaan AS sejauh ini juga telah melampaui ekspektasi, sehingga standar yang harus dipenuhi Nvidia menjadi sangat tinggi. Setiap kejutan negatif berpotensi memperdalam koreksi di indeks teknologi secara lebih luas.
Emas (GOLD)
Logam mulia kembali mendapatkan perhatian investor di tengah meningkatnya ketidakpastian. Gejolak di pasar utang AS kembali mengingatkan pasar terhadap peran emas sebagai aset safe haven.
Data terpenting pekan ini adalah laporan pendapatan dan pengeluaran pribadi AS pada Rabu, bersamaan dengan indeks PCE yang menjadi ukuran inflasi favorit The Fed. Data tersebut akan menunjukkan apakah The Fed memiliki ruang untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga meskipun harga minyak sedang meningkat.
Momen penting berikutnya adalah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pasar akan mencermati penilaiannya terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga ke depan. Namun, perlu diingat bahwa Warsh sebelumnya telah menyampaikan batasan terkait komunikasi kebijakan, sehingga pidato yang sangat dinantikan tersebut belum tentu memberikan sinyal yang eksplisit.
USDJPY
USDJPY tetap menjadi salah satu pasangan mata uang yang lebih volatil di tengah gejolak pasar obligasi. Permasalahan terkait utang AS pada pekan lalu semakin meningkatkan ketidakpastian yang sebelumnya sudah muncul akibat kenaikan yield di AS dan Jepang.
Rilis inflasi PCE pada Rabu dan pidato Kevin Warsh pada Jumat dapat berdampak langsung terhadap valuasi dolar AS dan yield obligasi. Dalam beberapa periode sebelumnya, perubahan tajam dalam ekspektasi kebijakan Federal Reserve sering kali menyebabkan spread yield antara AS dan Jepang menyempit dengan cepat, yang kemudian memicu penguatan yen secara tiba-tiba.
Daily Summary: Wall Street Pulih, Yield Turun dan Emas Menguat
US Open: Wall Street Naik, Russell dan Dow Pimpin Penguatan
PMI Jasa AS Melonjak, Sinyal Fed Tetap Hawkish
Harga Perak Tembus US$70, Reli 20% Bisa Berlanjut?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.