20.51 · 23 September 2026

PMI AS Melonjak, Ekspektasi Fed Makin Ketat

Data PMI Amerika Serikat untuk September dirilis jauh di atas ekspektasi pasar.

  • Composite PMI
    • Aktual: 58,4
    • Konsensus: 55,3
    • Bulan sebelumnya: 56,0
  • Services PMI
    • Aktual: 58,7
    • Konsensus: 55,8
    • Bulan sebelumnya: 56,5
  • Manufacturing PMI
    • Aktual: 57,0
    • Konsensus: 53,7
    • Bulan sebelumnya: 53,9

Gambar 1: PMI AS (2023–2026)

Sumber: XTB Research, 23.09.2026

Melihat Data Lebih Dalam

Aktivitas ekonomi AS meningkat untuk bulan keempat berturut-turut dan mencatat laju pertumbuhan tercepat sejak pertengahan 2021.

Akselerasi terlihat baik di sektor jasa maupun manufaktur.

New orders juga meningkat di kedua sektor.

Pertumbuhan new orders di sektor jasa menjadi yang tertinggi sejak Maret 2022, sementara manufaktur mencatat pertumbuhan tercepat sejak April 2022.

  • Ekspor tetap menjadi titik lemah. New export orders menurun, terutama di sektor jasa.
  • Pasar tenaga kerja membaik cukup tajam. Perusahaan menambah jumlah pekerja dengan laju tercepat dalam lebih dari empat tahun untuk mengejar backlog order yang terus meningkat.
  • Backlog meningkat kuat. Outstanding orders naik dengan laju tercepat sejak Mei 2022, menunjukkan utilisasi kapasitas yang semakin tinggi.
  • Tekanan biaya kembali meningkat. Input costs naik dengan laju tercepat dalam empat tahun, terutama akibat kenaikan biaya bahan bakar dan transportasi.
  • Perusahaan semakin banyak meneruskan kenaikan biaya ke konsumen. Hal ini mendorong selling prices lebih tinggi dan memperburuk outlook inflasi jangka pendek.
  • S&P Global memperkirakan laju aktivitas saat ini setara dengan pertumbuhan GDP annualized sekitar 5%, menunjukkan penutupan kuartal ketiga yang sangat kuat.

Apa Artinya untuk The Fed?

Kombinasi pertumbuhan yang kuat dan tekanan biaya yang kembali meningkat membuat data ini kurang nyaman bagi investor yang berharap The Fed segera melunak.

Ekonomi AS masih menunjukkan momentum kuat, sementara perusahaan mulai menghadapi sekaligus meneruskan kenaikan biaya yang lebih besar.

Ini berarti The Fed memiliki ruang lebih luas untuk mempertahankan kebijakan ketat jika inflasi belum menunjukkan penurunan yang cukup meyakinkan.

Bagi pasar saham, risikonya bukan bahwa pertumbuhan ekonomi terlalu lemah.

Justru sebaliknya: pertumbuhan yang terlalu kuat dapat mempertahankan yield dan suku bunga di level tinggi lebih lama, sehingga memberikan tekanan terutama pada saham growth dan teknologi dengan valuasi tinggi.

23 September 2026, 17.23

AS Batasi Ekspor Diesel, Harga Bisa Turun?

23 September 2026, 16.43

OECD Naikkan Proyeksi Global Berkat AI

23 September 2026, 13.22

Kalender Ekonomi: PMI AS dan Eropa Jadi Fokus

23 September 2026, 12.34

Market Wrap: Minyak Turun Lagi, Tapi Yield AS Tetap Tinggi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.