Saham perusahaan teknologi medis Abbott Laboratories (ABT.US) naik sekitar 4% setelah perusahaan melaporkan hasil kuartal kedua 2026 yang lebih baik dari ekspektasi.
Pendapatan meningkat 13% secara tahunan menjadi US$12,6 miliar, sedikit melampaui estimasi analis. Penjualan dan adjusted earnings juga tercatat di atas konsensus Wall Street.
Meskipun laba bersih yang dilaporkan turun sekitar 47% menjadi US$928 juta dan diluted GAAP EPS turun menjadi US$0,53, investor terutama berfokus pada kinerja yang lebih kuat di sebagian besar segmen bisnis serta keputusan perusahaan untuk menaikkan guidance laba setahun penuh.
Abbott kini memperkirakan adjusted EPS 2026 berada di kisaran US$5,45–5,60, naik dari guidance sebelumnya sebesar US$5,38–5,58. Revisi tersebut mencerminkan kenaikan US$0,05 pada titik tengah proyeksi.
Pada saat yang sama, perusahaan mempertahankan guidance pertumbuhan penjualan yang dapat dibandingkan sebesar 6,5%–7,5%. Hal ini menunjukkan keyakinan manajemen bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba akan menguat pada paruh kedua tahun ini.
- Pendapatan kuartal kedua mencapai US$12,6 miliar, naik 13% secara tahunan berdasarkan angka yang dilaporkan dan 4,8% secara comparable.
- Adjusted diluted EPS tercatat sebesar US$1,31, sedangkan reported GAAP diluted EPS turun menjadi US$0,53.
- Laba bersih turun sekitar 47% secara tahunan menjadi US$928 juta, menyoroti perbedaan yang cukup besar antara hasil yang dilaporkan berdasarkan GAAP dan hasil yang telah disesuaikan.
- Selama enam bulan pertama 2026, pendapatan meningkat 10,5% menjadi US$23,7 miliar, sedangkan laba bersih turun sekitar 35,5% menjadi US$2 miliar.
- Abbott menaikkan guidance adjusted EPS untuk keseluruhan 2026 menjadi US$5,45–5,60, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar US$5,38–5,58.
- Perusahaan mempertahankan guidance pertumbuhan penjualan comparable sebesar 6,5%–7,5% untuk 2026.
- Abbott mengembalikan US$2,1 miliar kepada pemegang saham selama kuartal tersebut melalui pembayaran dividen dan pembelian kembali saham.
- Perusahaan juga terus memperluas pipeline produknya, termasuk Libre Duo, sistem TECTONIC coronary intravascular lithotripsy atau IVL, serta perangkat Amulet 360 untuk left atrial appendage. Produk-produk tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.
Bagi investor, kesimpulan utamanya adalah bahwa meskipun laba GAAP yang dilaporkan melemah, bisnis inti Abbott tetap solid.
Kenaikan guidance laba menunjukkan bahwa manajemen semakin yakin pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas akan meningkat selama paruh kedua tahun ini.
Harga Saham Abbott pada Interval D1
Saham Abbott diperdagangkan di sekitar US$93 menjelang pembukaan pasar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pihak bullish berpotensi mencoba mendorong harga saham menembus EMA 50 hari, yang ditandai oleh garis oranye, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.
Breakout di atas level tersebut dapat membuka peluang pembalikan tren turun yang lebih luas.
Namun, bahkan setelah reli hari ini, harga saham Abbott masih berada sekitar 30% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Sumber: xStation5
ASML Naikkan Outlook 2026, Sinyal Positif untuk Siklus AI?
Netflix Earnings: Saham Turun 45%, Peluang atau Trap?
US Open: Wall Street Tertekan, Saham Chip Kembali Melemah
Saham UnitedHealth Naik 7%, Profitabilitas Pulih Lebih Cepat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.