09.27 · 2 September 2026

US Open: Wall Street Tertekan, Minyak Dekati US$90

Awal September membawa sentimen yang lebih berhati-hati ke Wall Street. Indeks utama saham AS dibuka melemah, dengan meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membebani sentimen pasar. Setelah konflik kembali memanas, pasar kembali memperhitungkan risiko terkait situasi di Teluk Persia, yang dengan cepat mendorong harga minyak lebih tinggi.

Harga Brent kembali menembus US$90 per barel, sementara WTI mendekati level US$90.

Kenaikan harga minyak menjadi faktor yang sangat penting bagi Wall Street karena kekhawatiran terhadap tekanan inflasi kembali meningkat. Periode harga minyak tinggi yang berkepanjangan dapat memperumit outlook Federal Reserve dan membatasi ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Ketidakpastian mengenai keamanan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz juga secara langsung memengaruhi valuasi saham, terutama perusahaan yang paling sensitif terhadap harga energi dan prospek ekonomi secara keseluruhan.

Data ekonomi hari ini juga memberikan gambaran yang cukup beragam. ISM Manufacturing Index turun menjadi 54,6 pada Agustus dari 55,6 sebulan sebelumnya, lebih rendah dibandingkan ekspektasi 55,2.

Angka tersebut masih berada di atas batas 50 poin, yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur AS tetap berada dalam fase ekspansi. Namun, pembacaan yang lebih lemah dapat mengindikasikan mulai terjadinya moderasi aktivitas ekonomi. Jika dikombinasikan dengan sinyal sebelumnya dari pasar tenaga kerja, data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi AS masih resilien, tetapi laju pertumbuhannya mungkin mulai melambat secara bertahap.

Kalender earnings juga perlu diperhatikan. Musim laporan keuangan sebagian besar telah berakhir, sehingga pasar memiliki lebih sedikit katalis baru dari perusahaan-perusahaan besar AS yang dapat memperbaiki sentimen.

Laporan keuangan perusahaan seperti Broadcom dan Micron akan kembali menarik perhatian dalam beberapa pekan mendatang, tetapi rilis tersebut masih cukup jauh. Sampai saat itu, data makroekonomi, ekspektasi terhadap kebijakan Fed dan, terutama, perkembangan di Timur Tengah kemungkinan akan memainkan peran lebih besar dalam menentukan arah pasar.

Untuk saat ini, awal bulan baru belum membawa kelanjutan sentimen kuat yang terlihat pada akhir Agustus. Pasar kembali menghadapi pertanyaan mengenai berapa lama risiko geopolitik yang tinggi akan bertahan dan apakah kenaikan harga minyak dapat menjadi tantangan baru bagi ekonomi AS.

Meskipun situasinya masih sangat dinamis, pergerakan Wall Street hari ini menunjukkan dengan jelas bahwa meningkatnya kembali ketegangan di Teluk Persia masih memberikan dampak langsung terhadap valuasi aset.

Sumber: XTB Research

Berita Perusahaan

GoPro (GPRO.US) melonjak hari ini setelah kreator YouTube populer Markiplier menjadi pemegang saham individu terbesar perusahaan. Investor merespons positif keterlibatannya dengan ekspektasi bahwa hal tersebut dapat meningkatkan visibilitas brand dan memperbaiki prospek bisnis GoPro.

Duolingo (DUOL.US) menguat setelah mendapatkan upgrade dari analis. Analis menilai ancaman dari ChatGPT tidak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan, sementara pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan dan peningkatan produk mendukung prospek jangka panjang perusahaan.

Micron (MU.US) turun sekitar 2% di tengah kekhawatiran mengenai potensi aksi mogok karyawan di Taiwan. Perusahaan menawarkan pembayaran insentif terbesar sepanjang sejarahnya kepada karyawan di Taiwan sebagai upaya meredakan ketegangan dengan serikat pekerja.

NIO (NIO.US) melemah setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua, dengan revenue berada di bawah ekspektasi pasar. Margin dan pengiriman kendaraan masih menunjukkan perkembangan positif, sementara guidance NIO mengindikasikan pertumbuhan pengiriman lebih lanjut pada kuartal ketiga.

Medtronic (MDT.US) naik sekitar 3% setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan revenue organik setahun penuh. Perusahaan menyebut permintaan kuat terhadap perangkat medis untuk prosedur kardiovaskular sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan.

 

2 September 2026, 10.00

SLB Belanja US$4,1 Miliar Demi Masuk Infrastruktur AI

2 September 2026, 09.37

Airbnb Makin Besar, Tapi Apakah Ekspansinya Mulai Terlalu Jauh?

2 September 2026, 09.35

Daily Summary: Wall Street Tertekan, Konflik AS-Iran Kembali Memanas

2 September 2026, 09.13

Market Wrap: Wall Street Tertekan, Minyak Naik dan Risiko Fed Kembali Membesar

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.