Wall Street membuka sesi Rabu dengan sedikit pelemahan, seiring kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Futures Brent telah menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli, setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran memperbesar risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Kenaikan yield Treasury AS juga menekan sentimen investor setelah sebelumnya ikut berkontribusi terhadap pelemahan indeks utama pada sesi Selasa.
Sentimen serupa terlihat di pasar saham Eropa, sementara sesi Asia memberikan hasil yang beragam.
Dengan semakin sedikit katalis dari laporan keuangan perusahaan, perhatian investor kini lebih banyak tertuju pada berbagai faktor risiko.
Namun, dalam konteks tersebut, pelemahan pasar saat ini masih lebih terlihat sebagai setback sementara dibandingkan perubahan fundamental terhadap prospek pasar saham.
Sorotan Pasar
- Dow Jones turun sekitar 300 poin atau 0,6% pada awal perdagangan, sementara S&P 500 melemah 0,2% dan Nasdaq 100 turun 0,1%. Indeks AS secara bertahap memperpanjang pelemahan dari sesi pertama pekan yang lebih pendek akibat libur.
- Futures Brent naik lebih dari 2%, melanjutkan kenaikan pada Selasa. Investor khawatir eskalasi konflik AS-Iran dapat semakin membatasi supply minyak dari Timur Tengah.
- Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 4,8% pada Selasa. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi, sementara tekanan di pasar obligasi menjadi hambatan tambahan bagi saham.
- Pada Selasa, Dow Jones turun 1,2%, mencatat sesi terburuk dalam hampir tiga minggu. S&P 500 melemah 0,6%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,3%. Ini merupakan sesi perdagangan pertama setelah libur Labor Day pada Senin.
Berita Perusahaan
- Apple: Saham bergerak naik tipis menjelang acara peluncuran produk perusahaan. Investor memperkirakan generasi iPhone berikutnya akan diperkenalkan, termasuk model baru dengan layar lipat.
Minyak Tembus US$100, Risiko Inflasi Memanas
Google Kunci 50% Kapasitas PLTN untuk Dorong Infrastruktur AI
Kalender Ekonomi: Konflik AS-Iran Jadi Fokus di Tengah Agenda Sepi
Market Wrap: AS-Iran Memanas, Minyak Dekati US$100
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.