00.24 · 26 Juni 2026

IBM Kenalkan Chip 0,7 nm, Perkuat Prospek AI Jangka Panjang

Di tengah perhatian pasar yang masih tertuju pada saham seperti Micron dan Apple, sebagian investor mulai mengalihkan fokusnya kepada IBM. Perusahaan tersebut memperkenalkan teknologi chip terbaru dengan proses fabrikasi di bawah 1 nanometer. Arsitektur baru yang disebut Nanostack dirancang untuk memungkinkan penumpukan transistor secara vertikal (vertical stacking), sehingga kepadatan komputasi dapat terus meningkat ketika proses miniaturisasi chip konvensional mulai mendekati batas fisiknya.

Menurut IBM, teknologi 0,7 nm tersebut mampu menampung hingga 100 miliar transistor pada sebuah chip berukuran sekitar kuku jari. Jumlah tersebut sekitar dua kali lebih banyak dibandingkan chip 2 nm yang diperkenalkan IBM pada 2021.

Dalam laporan tahunannya pada 2022, IBM juga mengungkapkan telah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan dan lisensi teknologi selama tiga tahun dengan sebuah konsorsium Jepang terkait kekayaan intelektual (IP) dan teknologi semikonduktor canggih. Kesepakatan tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar $100 juta pada 2022.

Monetisasi dari fase pengembangan teknologi terbaru IBM diperkirakan masih membutuhkan waktu, tetapi potensinya dinilai jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Selain peningkatan kepadatan transistor, IBM juga mengklaim teknologi baru tersebut mampu memberikan:

  • Performa hingga 50% lebih tinggi, atau
  • Konsumsi daya hingga 70% lebih rendah dibandingkan generasi 2 nm.

Dalam konteks kecerdasan buatan (AI), peningkatan efisiensi SRAM juga menjadi faktor penting karena bandwidth data dan efisiensi memori kini menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan akselerator AI. Dari sisi teknologi, pengumuman IBM memperkuat pandangan bahwa industri semikonduktor masih memiliki ruang untuk terus meningkatkan daya komputasi meskipun menghadapi keterbatasan fisik proses manufaktur. Bagi industri AI, perkembangan ini berpotensi menurunkan biaya komputasi per unit sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pusat data.

Dampak Komersial Masih Membutuhkan Waktu

Meski demikian, terobosan tersebut saat ini masih berada pada tahap riset dan pengembangan (R&D), bukan tahap komersialisasi. Implementasi secara luas, produksi massal, hingga monetisasi kemungkinan masih memerlukan waktu beberapa tahun dan diperkirakan akan dilakukan melalui model lisensi teknologi maupun kerja sama dengan perusahaan manufaktur semikonduktor (foundry), seperti Intel. Dalam jangka pendek, dampaknya terhadap pendapatan maupun margin IBM diperkirakan masih terbatas. Namun, inovasi ini meningkatkan persepsi pasar terhadap kemampuan teknologi IBM sekaligus memperkuat posisinya di sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan. Dalam jangka panjang, terobosan tersebut juga berpotensi mendukung sentimen terhadap industri AI secara lebih luas, terutama ketika pasar mulai mempertanyakan efektivitas belanja modal (capital expenditure/CAPEX) yang sangat besar dari perusahaan-perusahaan hyperscaler.

IBM.US (D1)

 

Respons pasar terhadap pengumuman ini relatif terbatas. Saham IBM sempat menguat sekitar 2% pada perdagangan Kamis, namun berbalik melemah seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan. Secara teknikal, saham IBM masih bergerak di dalam tren naik jangka panjang sekaligus berada dalam area konsolidasi di kisaran $220–330, dengan posisi harga saat ini berada lebih dekat ke batas bawah area tersebut. Sumber: xStation5

26 Juni 2026, 00.57

Daily summary: Wall Street Tertekan, Saham AI Masih Jadi Sorotan

25 Juni 2026, 23.45

Apple Naikkan Harga Produk, Biaya Memori AI Jadi Pemicu

25 Juni 2026, 22.36

Micron Lampaui Ekspektasi, Tapi Reli AI Masih Hadapi Risiko

25 Juni 2026, 21.01

US Open: Micron Melonjak, Nasdaq Tetap Tertekan

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.